Begitu indah kehidupan yang selalu ceria, senang dan bahagia. Wajahnya terhiasi oleh senyum yang terpancar begitu menawan. Langkah kaki selalu mudah, enteng dan berisikan semangat yang besar. Apapun yang menjadi tujuannya, diaplikasikan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Hasilnya ia pasrahkan kembali kepada Sang Kholiq yang Maha Kuasa. Kehidupannya begitu indah, sukurnya besar diwaktu mendapat nikmat kebaikan dan sabarnyapun tidak lupa ketika mendapat ujian dari-Nya.
Tidak mudah untuk sabar dikala mendapat ujian berupa kesusahan. Karena, yang sangat dibutuhkan adalah keihklasan dan sikap sabar yang betul-betul karena mencari keridhoan Allah -subhanahu wataala-. Tidak mudah, karena yang akan diraih hasilnya juga sangat besar. Ridho Allah -subhanahu wataala- yang menjadi hadiahnya, bukan murah, bukan yang lain. Oleh karena itu, sangat beruntung jika kita mendapat nikmat ikhlas dan sabar itu dari-Nya, dan sangat pantas bahkan harus disukuri.
Semua yang kita dapatkan didunia akan kembali 'pulang' kepada Alla -subhanahu wataala-. Cobaan yang begitu susah juga hanyalah sebagau ujian, dan pun akan kembali kepada Allah -subhanahu wataala-. Segala yang ada dialam ini juga tunduk kepada aturan-aturan-Nya, dan pun akan kembali kepada Allah -subhanahu wataala-. Pada akhirnya, diri kita pun juga akan kembali 'pulang' kepada Pencipta dan Pemilik segala-segalanya. Kita akan mempertanggungjawabkan amal perbuatan kita di dunia selama hidup didalamnya. Maka, untuk apa mencari dunia atau mengejar dunia terlalu besar? Kalau mencari dunia harus meninggalkan akhirat, maka hasilnya akan sia-sia. Tentunya kita tidak mau bahagia di sini (baca; dunia) namun sengsara di akhirat. Tapi, akhiratlah yang kita utamakan dengan dunia yang didalamnya kita hidup dan berusaha.
Akhir tulisan ini, merenungkan kembali kehidupan yang sudah kita lalui. Apakah sudah bahagia dengan apa yang kita nikmati dari pemberian Allah -subhanahu wataala- atau masih belum sabar dengan cobaan yang begitu menyusahkan ? Apakah sudah benar akhirat menjadi 'goal' utama dalam dunia yang didalamnya kita hidup dan berusaha. atau masih terpengaruhi oleh godaan iblis dan 'fitnah-fitnah' dunia yang mengasikkan? Dan apakah kita masih ingat, suatu saat akan kembali 'pulang' kepada Sang Pencipta (untuk) mempertanggung jawabkan umur, harta, dan pemberian-pemberian-Nya yang lain selama ini atau sudah lupa dan tidak mau tahu?
Mari kita ketahui, kebahagiaan kita hanyalah dengan menjadi hamba Allah -subhanahu wataala- yang soleh dan beriman. Bukan dengan kehidupan yang harus kaya harta dan berpoyah-poyah. Hidup yang ceria tidak harus dengan selalu mendapat kebaikan tapi diantara kesenangan dan kesusahan adalah keceriaan, bagaimana? yaitu dengan bersukur ketika mendapat kebaikan/kesenangan/kenikmatan dan bersabar dalam ujian kesusahan. Kemudian, kematian akan menghampiri setiap orang, maka tetapkan lah satu tujuan yang bisa menjadikan kita 'siap' mengahadap Allah -subhanahu wataala- ketika kembali 'pulang' keapa-Nya. Karena, siap atau tidak PASTI akan akan dipanggil (juga) oleh ajal yang sudah ditentukan.
Semoga beranfaat !
#dzikrah #al noor
Tidak ada komentar:
Posting Komentar