Tampilkan postingan dengan label Nasehat #al noor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat #al noor. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Desember 2012

Allah SWT Selalu Dekat Membantu Beban Hamba-Nya

"...banyak nash-nash didalam alquran, yang memerintahkan kita untuk banyak berdzikir mengingat Allah -subhanahu wataala - disetiap pekerjaan yang kita lakukan. Hadist-hadist sohih juga terdapat begitu banyak yang memperkuat kewajiban dzikir mengingat Allah -subhanahu wataala- dalam setiap aktivitas sehari-hari" [#al noor]

Iman menjadi alasan mengapa seseorang mau melakukan perintah-perintah Allah -subhanahu wataala-, kewajiban-kewajiban yang disyariatkan, dan selalu ingin ta'at menjalankan ibadah kepada-Nya. Dengan berdzikir mengingat Allah -subhanahu wataala- kita akan merasakan manisnya iman   dan indahnya amal yang kita lakukan.


Alangkah hebatnya pengaruh dzikir bagi seorang muslim. Dzikir mengingat Allah   akan menentramkan  hati yang gundah, tidak tenang. Menyelesaikan perkara yang berat menjadi mudah dan ringan.  Masalah terasa tuntas, berkurang dan seperti telah terselesaikan dengan dzikir yang benar-benar karena Allah -subhanahu wataala-. Tidakkah kita mau untuk mendapatkan keterangan hati, ketentraman dan merasa kecukupan alias tidak butuh sesuatu selain Allah - subhanahu wataala-? 


Allah -subhanahu wataala- selalu memperhatikan kita, setiap detik dari kehidupan yang kita jalani ini. Ia melihat dan menyaksikan setiap gerak-gerik kita. Ia memperhatikan masalah-masalah kita. Namun, tidak akan kita rasakan kehadiran-Nya melihat, menyaksikan dan memperhatikan kita kecuali dengan dzikir mengingat-Nya pula. Selama kita ingat, maka selama itu pula Ia mengingat kita. Atau, selama kita menginginkan kemudahan dengan bantuan-Nya, maka selama itu pula Allah -subhanahau wataala- mendengar doa-doa kita. Dan setiap doa yang kita lantunkan, akan dijawab oleh-Nya. Jawaban doa-doa kita mungkin secara langsung (di dunia) atau tidak. 


#al noor #dzikir

Sabtu, 08 Desember 2012

Mau Berhasil dari Godaan ? Baca Bismillah Dulu

''Setan yang mengganggu manusia akan mencari cara yang membuat lupa untuk berdoa. Maka, setiap kali beramal ia akan mengganggu, menggoda dan membisikkan sesuatu yang tidak bermanfaat agar lalai dari bismillahi ta'ala'' [#al noor]

Amal kebaikan yang diawali dengan bismillah ta'ala maka tidak akan diganggu oleh setan yang terus mengikuti. Karena, dengan bismillah ta'ala, pekerjaan itu akan menutup rapat pintu-pintu setan untuk masuk. 

Setan yang mengganggu manusia akan mencari cara yang membuat lupa untuk berdoa. Maka, setiap kali beramal ia akan mengganggu, menggoda dan membisikkan sesuatu yang tidak bermanfaat agar lalai dari bismillahi ta'ala tadi. Ia selalu siap menjerumuskan ke jalan-jalan 'hitam'nya dari awal amal itu dikerjakan sampai selesai. Dan ia sabar menggangu, sangan pelan dan lembut. Ia bahkan tidak hanya dengan satu trik/cara, tapi berbagai-bagai mcam cara yang ia lakukan. Kita harus berhati-hati

Rasanya sangat mudah melindungi amal perbuatan dari setan. Karena, cukup membaca bismillahi ta'ala, dengan benar, penuh harap kepada robbil alamin, dan niat mentaati perintah-Nya, maka benar-benar akan mendapat perlindungan dari Allah -subhanahu wataala-. Pintu-pintu masuk setan untuk menggoda, menggangu dan menjerumuskan amal perbuatan tersebut akan tertutup dan terkunci rapat-rapat.

Bismillahirrohmanirrohim, artinya dengan menyebut nama Allah taala, Yang maha pengasih dan penyayang. Dalam berdoa dengan lafadz bismillahi ta'ala tersebut, (harus) diiringi dengan perasaan kelemahan diri dihadapan Allah taala, dan pengakuan tidak mampu melakukan suatu amalan tanpa bantuan karunia-Nya, tanpa Hidayah-Nya, tanpa nikmat kesehatan dan sebagainya yang Ia berikan. Hati juga melanjutkan, bahwa amal (itu) adalah amalan untuk-Nya, bukan untuk diri sendiri apalagi orang lain. Amal perbuatan yang dilakukan karena ta'at dengan perintah-perintah-Nya dan merasa hanya seorang hamba yang mesti beribadah kepada Pencipta, Allah yang maha pengasih dan penyayang.

Bismillahi ta'ala yang diucapkan disetiap awal kebaikan merupakan sunnah Rasul -sallallohualaihi wasallam-. Juga, menjadi kebiasaan wajib para Sahabat beliau, dan juga diwarisi oleh Orang-orang Saleh setelah mereka -rodiyallohu anhum ajmaiin-. Nah, kita, saatnya untuk mengikuti sunnah, amal, dan kebaikan Rasululloh -alaihi atmmussolati wat taslim-, dan pengikut-pengikut setia beliau. Agar islam yang kita bawa hari ini seperti mulianya, majunya dan hebatnya Islam di zaman beliau -sollallohu alaihi wasallam-.

Waallohu a'lam bissowab.

Terima kasih teman-teman blogger yang sudah mampir di tembat berbagi ilmu ini, semoga benar-benar mendapat pengalaman yang bermanfaat. Untuk tulisan diatas, semoga ada yang bisa diambil. [#al noor]


Kamis, 06 Desember 2012

Dunia : Menguji dan Memilih yang Emas


Menikmati perasaan cinta kepada Sang Maha Pengasih adalah cara untuk mengikhlaskan amal ibadah. pekerjaan dan kewajiban agama. Amal yang dilakukan terasa begitu nikmat, mudah dan tidak ada keterpaksaan. Kewajiban yang dilakukan menjadi kebutuhan. Pekerjaan yang ada berubah lebih enjoi dan dinikmatin. Karena, merasakan cinta yang begitu lembut dengan Sang Pengasih, Allah -subhanahu wataala-.

Kehidupan yang sedang dijalani oleh kita manusia, hanyalah sebatas ujian yang akan mendapat nilai pada akhirnya. Yang bersungguh mengikuti akan mendapat nilai yang memuaskan. Sedangkan yang lebih memilih untuk bersantai-santai di dalamnya, maka layaknya seorang pelajar yang merugi karena tidak mendapat nilai yang membantu untuk naik kelas di UN. Selain merugi ditambah dengan kesedihan yang pada akhirnya timbul penyesalan. Nilai yang mendapat 'harga' disisi Allah -subhanahu wataala-. Begitulah Dia -subhanahu wataala- membuat dan merancang apa yang ada di dunia dengan kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya.



Setelah ujian dunia yang sedang dijalankan ini berakhir, maka tidak ada lagi pengulangan atau ujian yang kedua. Nanti, yang akan ditemui hanyalah perhitungan nilai saja, yaitu hari perhitungan di akhirat. Tanpa ada pengecualian dan ampunan untuk makhluk ciptaan-Nya. Semua akan mendapatkan gilirannya. Oleh karena itu, kerugian dan penyesalan besarlah bagi umat manusia yang bersantai-santai didalam menghadapi ujian Allah -subhanahu wataala-.



Sebelum penyesalan mendatangi kita di akhirat, maka berusahalah cara menghalanginya. Usaha tersebut dengan mengikuti ujian Allah -subhanahu wataala- di dunia ini dengan mempersiapkan segala yang dibutuhkan (didalamnya). Karena, penyesalan (diakhirat)  ketidaklulusan dalam ujian ini tidak akan membantu dan tidak bisa menolong. Yang bisa hanyalah amala, ibadah, dan ketaatan yang dipersembahkan untuk-Nya, sehingga mendapat nilai yang memuaskan. Nilai yang dapat mengangkat derajat kita di sisi Allah -subhanahu wataala- (nanti) di akhirat. Seperti seseorang yang berhasil naik kelas karena hasil ujiannya bernilai bagus, tinggi dan sempurna.

Itulah nikmat yang sesungguhnya kita butuhkan, yang membuat diri kita bahagia, senang dan selamat dunia akhirat. Karena, ketika amal ibadah yang kita lakukan mendapat nilai, berkah dan pahala, maka ujian didunia akan menjadi mudah, membantu dan menolong di hari perhitungan nilai di akhirat. Maka, dunialah tempat kita berlomba-lomba. Bukan mencari dosa, bersantai-santai, atau melupakan eksistensi ujian, tapi mencari bekal, nilai, dan pahala sebanyak-banyaknya. [wallohul musta'an]

#al noor


Selasa, 04 Desember 2012

Gangguan Iblis Begitu 'Lembut'


" Mengganggu dan menggoda manusia dari setiap sisi dan segala arah, itulah setan (iblis) dan ceesnya " [#al Noor]


Ingin menasehati nafsu diri sendiri, yang telah lepas dari ikatan petunjuk Ilahi. Sebuah alat yang digunakan setan (iblis) mengganggu ibadah manusia kepada Tuhannya. Nafsu yng buruk, mengajak kepada dosa dan maksiat yang menambah jarak kita dari cahaya Allah -subhanahu wataala-, yaitu noor yang memberikan petunjuk untuk mengingat dan memuji Allah -subhanahu wataala-. Selama kita mampu melawannya, maka cahaya Allah -subhanahu wataala- tadi pun akan terus membantu untuk melakukan dzikrullah dan memuji/bersyukur kepada-Nya.



Perlu untuk diingat selalu, bahwa yang menggoda manusia tidak pernah bosan apalagi putus asa. Iblis dan para tentaranya sabar dalam melakukan aksi buruknya. Dari setiap sisi dan segalah sudut akan mereka coba untuk dapat mengganggu zdikir kita kepada Allah -subhanahu wataala- dan melupakan ibadah yang membuat kita selalu ingat dengan-Nya. Maka berhati-hatilah terhadapnya.

Sungguh, betapa indahnya hidup seorang muslim yang mencintai Allah -subhanahau wataala- dan meninggalkan nafsu buruknya. Ia akan selalu mengingat kekasihnya setiap saat, menyembah-Nya karena cinta, tunduk dan patuh bukan karena takut dosa atau ingin masuk surga. Menyembahnya karena memang mengakui bahwa Ialah Allah -subhanahu wataala- yang satu-satunya berhak untuk disembah. Laa ilaaha illa Allah.


#rahmat #al noor

Minggu, 02 Desember 2012

Mengatur Langkah dalam Satu Tahun

Sebelum memulai lebih banyak, dalam tulisan ini sepatutnya untuk mengucapkan 'asma' Allah -subhanah wataala-, bismillahirrrohmanirrohim. Karena, dengan kata tersebut amalan kita (membaca dan menulis) akan bernilai ibadah tertulis dalam kitab amal insya Allah -subhanahau wataala-.

Ada pesan yang begitu menarik untuk di tuliskan di sini, semoga disukai, yaitu mengatur langkah atau mimpi yang akan diusahakan dalam setahun. Karena akan lebih fokus dan insya Allah -subhanahu wataala- sampai pada mimpi-mimpi tersebut. Tapi, sebelumnya tentu kita sudah punya niat yang sungguh-sungguh dalam hati untuk berusaha.

Diantara motivasi untuk sungguh-sungguh mendapat mimpi-mimpi baik, yaitu :

A. Mencatat mimpi itu dengan semangat


Kalau kita sudah punya catatan yang merangkup semua mimpi-mimpi, pasti kita akan ingat. Kalau lupapun pasti diingati sama catatan itu. Oleh karena nya, catatlah apa yang mau dicapai selama satu tahun ini.

B. Berniatlah untuk mencari ridho Allah -subhanahu wataala-

Diawal tulisan ini, saya ingatkan tadi untuk membaca basmalah, kenapa? supaya ingat Allah -subhanahu wataala-, dan menjadi amal kebaikan yang dapat berkah dan ridho-Nya. Nah, untuk mimpi kita juga harus mirip demikian, agar dipermudah olehnya, dan selalu mendapat taufiq dari-Nya saat berusaha dan bekerja. Hasilnya juga tidak sia-sia, bahkan doubel, dapat di dunia nanti mengalir juga untuk akhirat kita, enak bukan?

C. Bersabar Ketika belum Meraih dan Sukur Ketika Berhasil

Pada hakekatnya sih, berhasil dan belumnya itu sama-sama baik untuk seorang muslim. Karena, yang baik menurut manusia belum tentu baik di sisi-Nya. Ataupun yang buruk (menurut manusia) bukan berarti buruk dimata Allah -subhanahu wataala-. Nah, berasaskan tersebut selayaknya bagi kita umat Muslim untuk menghilangkan kekhawatiran dalam bermimpi, alias takut-takut gak kesampaian. Jangan ! jangan seperti itu ! Mari berusaha, dan serahkan hasilnya kepada Sang Kholiq -Jalla waAla-.

Akhirnya, saya tutup pesan ini dengan hamdalah, "alhamdulillahirobbilalamin". Semoga kita berani menjadi pemimpi-pemimpi yang tidak takut untuk berbuat. Dan mudah-mudahan tahun depan menjadi tahun kebangkita kita, umat islam seluruhnya. Insya Allah ...

Semoga bermanfaat !

#al noor  #rahmat 

Sabtu, 01 Desember 2012

Perubahan 'Drastis' #al noor

Begitu indah kehidupan yang selalu ceria, senang dan bahagia. Wajahnya terhiasi oleh senyum yang terpancar begitu menawan. Langkah kaki selalu mudah, enteng dan berisikan semangat yang besar. Apapun yang menjadi tujuannya, diaplikasikan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Hasilnya ia pasrahkan kembali kepada Sang Kholiq yang Maha Kuasa. Kehidupannya begitu indah, sukurnya besar diwaktu mendapat nikmat kebaikan dan sabarnyapun tidak lupa ketika mendapat ujian dari-Nya.


Tidak mudah untuk sabar dikala mendapat ujian berupa kesusahan. Karena, yang sangat dibutuhkan adalah keihklasan dan sikap sabar yang betul-betul karena mencari keridhoan Allah -subhanahu wataala-. Tidak mudah, karena yang akan diraih hasilnya juga sangat besar. Ridho Allah -subhanahu wataala- yang menjadi hadiahnya, bukan murah, bukan yang lain. Oleh karena itu, sangat beruntung jika kita mendapat nikmat ikhlas dan sabar itu dari-Nya, dan sangat pantas bahkan harus disukuri. 


Semua yang kita dapatkan didunia akan kembali 'pulang' kepada Alla -subhanahu wataala-. Cobaan yang begitu susah juga hanyalah sebagau ujian, dan pun akan kembali kepada Allah -subhanahu wataala-. Segala yang ada dialam ini juga tunduk kepada aturan-aturan-Nya, dan pun akan kembali kepada Allah -subhanahu wataala-. Pada akhirnya, diri kita pun juga akan kembali 'pulang' kepada Pencipta dan Pemilik segala-segalanya. Kita akan mempertanggungjawabkan amal perbuatan kita di dunia selama hidup didalamnya. Maka, untuk apa mencari dunia atau mengejar dunia terlalu besar? Kalau mencari dunia harus meninggalkan akhirat, maka hasilnya akan sia-sia. Tentunya kita tidak mau bahagia di sini (baca; dunia) namun sengsara di akhirat. Tapi, akhiratlah yang kita utamakan dengan dunia yang didalamnya kita hidup dan berusaha.



Akhir tulisan ini, merenungkan kembali kehidupan yang sudah kita lalui. Apakah sudah bahagia dengan apa yang kita nikmati dari pemberian Allah -subhanahu wataala- atau masih belum sabar dengan cobaan yang begitu menyusahkan ? Apakah sudah benar akhirat menjadi 'goal' utama dalam dunia yang didalamnya kita hidup dan berusaha. atau masih terpengaruhi oleh godaan iblis dan 'fitnah-fitnah' dunia yang mengasikkan? Dan apakah kita masih ingat, suatu saat akan kembali 'pulang' kepada Sang Pencipta (untuk) mempertanggung jawabkan umur, harta, dan pemberian-pemberian-Nya yang lain selama ini atau sudah lupa dan tidak mau tahu? 


Mari kita ketahui, kebahagiaan kita hanyalah dengan menjadi hamba Allah -subhanahu wataala- yang soleh dan beriman. Bukan dengan kehidupan yang harus kaya harta dan berpoyah-poyah. Hidup yang ceria tidak harus dengan selalu mendapat kebaikan tapi diantara kesenangan dan kesusahan adalah keceriaan, bagaimana? yaitu dengan bersukur ketika mendapat kebaikan/kesenangan/kenikmatan dan bersabar dalam ujian kesusahan. Kemudian, kematian akan menghampiri setiap orang, maka tetapkan lah satu tujuan yang bisa menjadikan kita 'siap' mengahadap Allah -subhanahu wataala- ketika kembali 'pulang' keapa-Nya. Karena, siap atau tidak PASTI akan akan dipanggil (juga) oleh ajal yang sudah ditentukan. 


Semoga beranfaat !

#dzikrah #al noor   

Jumat, 30 November 2012

Ingin Menjadi Lebih -Zuhud-

Begitu jelas bahaya yang akan kita hadapi dalam hidup di dunia, ketika nafsu yang buruk menjadi raja dalam diri kita. Karena, kalau ia selalu bertindak maka hasilnya akan selalu buruk jauh dari nilai-nilai islam yang menjadi kebanggaan hidup. Kelakuan kita akan buruk selama nafsu yang tidak baik tersebut kita ikuti. Seperti misalnya, kita akan selalu berusaha mengumpulin harta sebanyak-banyaknya dan tidak menghiraukan kehidupan akhirat. Pokoknya, dunia ini (dalam benak) harus jadi surga yang paling indah.

Kalau bicara pengobatan nafsu buruk ini, kita harus kembali kepada nilai-nilai agama (baca: islam). Karena, dengan kembali kepada Allah -subhanahu wataala- setelah bertaubat, maka hati akan menjadi tenang, dan ia pun lebih memenangi nafsu buruk yang sama-sama ada dalam diri kita. Oleh karena itu, obat ampuh yang paling bagus adalah Hati yang Suci. Dan hati yang suci hanya bisa kita dapatkan dengan terus berlatih mengendalikan diri, lebih sering berdzikir dan banyak taubat (mohon ampunan) kepada Allah -subhanahu wataala-.

Akhirnya, sepantasnya kita untuk memiliki hati yang suci dan dapat menghilangkan perasaan-perasaan buruk yang dihasilkan dari nafsu yang tidak baik. Semoga kita bisa, dan saya yakin kita PASTI BISA.

Semoga bermanfaat !

#taubat #hati





Jumat, 29 Juni 2012

Mengambil #al noor dari Kitabulloh

''akhlak umat islam yang semakin tidak baik  (immoral attitude) sudah meraja lela didalam masyarakat sekitar, maka saatnya kita memperbaiki diri dengan lebih takut melanggar perintah-perintah Allah SWT dan selalu bertaubat setelah berbuat kesalahan dan dosa" (#al noor)

Pendidikan, bisa membentuk karakter seseorang agar lebih bermoral dan lebih sopan dalam berbuat sesuatu hal. Karena pendidikan adalah pelajaran pembentukan mental, agar lebih baik.


Sekilas, mengingat sebelum di utusnya seorang Rasul (yaitu Muhammad Sallallohu alaihi Wasallam), keadaan bangsa arab waktu itu di kenal atau disebut dalam sejarah islam sebagai masyarakat jahilyyah, karena kelakuan mereka. Membunuh bayi perempuan, mencuri, berzina dan sebagainya, dan sebagainya. Tapi, setelah di utusnya seorang Rasul yang bernama Muhammad Bin Abdullah -sollallahu alaihi Wasallam- , dengan kecerdasan, dan kejeniusannya, ia bisa mengubah peradaban arab tersebut menjadi peradaban terbaik sepanjang masa (sampai sekarang ini). Ia menghilangkan perilaku-perilaku buruk masyarakatnya, yang tidak layak dilakukan oleh manusia. Rasul agung itu dengan agama islam yang ia bawa, berhasil mendidik mereka. Bagaimanakah ia, mendidik??? Saya yakin kita sudah tahu dan sama-sama mengatakan, jawabannya adalah karena beliau memahami alQuran dengan sebaik-baiknya. Beliau memang benar-benar memahami kitabulloh, alQuran.


Dalam kehidupan sehari-hari, banyak hal yang di temukan dalam kehidupan. Banyak ragam di hadapkan kepada setiap orang dari nilai-nilai kehidupan. Dari kesusahan, kesenangan, dan sebagainya dan sebagainya.

Pendidikan, mampu mengubah seseorang menjadi sukses, lebih dewasa dan mandiri. Karena itu, pendidikan itu harus di terima oleh setiap orang.

Pendidikan yang paling sempurna adalah al-Quran. Ialah sumber kesuksesan setiap orang. Ia mendidik kita untuk berperilaku baik. Ia melarang kita untuk berbuat hal yang tidak sesuai dengan fitrah seoran insan.

Ada 3 sifat atau mental yang terkandung di dalam alQuran. Sifat ini hanyalah sedikit jika dibandingkan dengan apa yang ada didalam kitabulloh itu.

Pertama, menjadi pribadi yang Ikhlas. Dalam alquran Allah swt. berfirman :

 “Padahal mereka hanya, di perintahkan menyembah Allah subhanahu wataala, dengan ikhlas menaatinya, semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar) “ [QS, albayyinah : 5].
Semua yang di lakukan hanyalah semata karena ingin keridhoan Allah. Bersyukur ketika berhasil, bersabar ketika belum sukses. Ini adalah mental orang-orang luar biasa. Alquran memang Luar Biasa.

Kedua, membentuk pribadi yang baik (rahmah) kepada semua orang dan semua makhluk ciptaan Tuhan.  Allah swt. berfirman :

 “Dan kami tidak meungutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam” [QS.alanbiyaa : 107].
Dengan sifat tersebut, ia hanya ingin menjadi orang yang bermanfaat dalam hidupnya. Berusaha untuk memberi dan melayani. Demikianlah alQuran mendidik. Tiada yang di ragukan dari pendidikan yang di berikan olehnya.

Ketiga, berlomba-lomba dalam kebajikan. Allah berfirman :

 “ …maka berlomba-lombalah kamu berbuat kebaikan” [QS.almaidah : 48].
Seorang yang terididik dengan alquran, berusaha selalu agar lebih baik di hadapan Allah setiap saat. Oleh karena itu, ia selalu optimis, dan tidak pernah putus asa sampai masanya berakhir, sampai Allah mengambil rohnya kembali dengan kekuasaan-NYA. Karena, tujuan hidupnya adalah pengabdian terbaik dihadapan Allah. Alquranlah yang membimbing.

Inilah sedikit dari pendidikan yang dapat di ambil dari tiga ayat alquran. Pendidikan utama (baca : alQuran) tersebut tidaklah buatan manusia, melainkan pendidikan dari Allah kepada hamba-hamba-Nya yang di sampaikan melalui lisan Rasul-NYA. Kalau tiga ayat aja sudah bisa mengubah diri seseorang menjadi lebih baik, bagaimana dengan semua ayatnya di jadikan hikmah dari kehidupan? Mari saling berbagi kebaikan dengan mencari hikmah atau pelajaran dari alQuran.


Semoga bermanfaat,


Renungan, Ingin Perubahan !!!

What to Look for in this World

“...waktu, tidak akan pernah berhenti, ia selalu begerak tanpa memperdulikan orang-orang di sekitarnya. Ada yang bahagia karena menyambut kedatangannya, dan merana karena mengabaikan kehadirannya. Tertinggallah mereka, karena tidak memperdulikan waktu.”



Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuanpun semakin maju dan orang-orangpun berlomba-lomba dengan sains dan sebagainya. Waktu yang terus berputar, orang-orang mencari kehidupan yang lebih baik. Namun, tidak sedikit dari mereka yang menyerah karena gagal atau tidak mau mencoba.


Sebagai seorang insan, yang mempunyai kesungguhan mengembangkan bakat dan kemampuan, dan memiliki ambisi yang besar, tentunya tidak mau ketinggalan dengan orang-orang lain disekitarnya. Selalu memanfaatkan segalanya dengan sebaik-baiknya. Menggunakan waktu, usia dan peluang serta pengalaman yang memberikan pelajaran berharga. Itulah mereka yang OPTIMIS berbuat dan menjalani kehidupan. Tanda pribadi seorang insan yang produktif.



Memberikan apa yang dimiliki kepada orang lain di jalan mencari ridho Allah azza wa jalla, akan menambah kebahagiaan seorang muslim. Namun, terkadang tidak disadari. Karena banyaknya kebutuhan yang harus di penuhi. Yah, Sekarang ini iman seorang muslim sudah sangat banyak tantangannya. Perlu di perbaiki dan di perbaiki setiap hari, atau bisa dikatakan di perbaharui dengan merapat kepada Allah azza wa jalla, mengadu, dan meminta apa yang ingin di raih dengan tidak menafikan kenikmatan yang sudah di berikan alias banyak bersyukur.

Hidup memang untuk melayani. Melayani semua orang, semua makhluk yang ada di muka bumi ini dengan banyak memberikan profit, manfaat dan kebaikan kepada semuanya. Itulah yang diharapkan kepada seorang insan. Sebuah harapan Tuhan yang telah menciptakan, mengatur, dan memberikan semua kebutuhan untuk kehidupan tersebut. Dan sebagai seorang muslim, selayaknya menyambut perintah suci Allah azza wa jalla itu dengan ikhlas, dan penuh rasa tunduk. Memberikan, melayani dan menebarkan rahmah di alam jagat raya ini.


Semua kemajuan yang digapai itu adalah hasil dari usaha orang-orang hebat. Tidak akan di tercipta tanpa kemauan yang kuat dan usaha yang besar. Karena semuanya adalah produk dari mimpi-mimpi besar.


Untuk menjalani misi kehidupan tersebut, perlu untuk diperhatikan cara bagaimana memanfaatkan peluang yang tersedia di depan mata. Menggunakan waktu dengan sebaik mungkin. Bersaing dengan yang lainnya dalam menghasilkan profit yang sebanyak-banyaknya.

Sekarang waktunya memberikan apa yang bisa di lakukan, jika tidak mau ketinggalan. Ada dua hal yang ingin saya tulis, berkenaan dengan pribadi seorang muslim yang produktif dan berani maju di tengah-tengah orang-orang maju lainnya:

Pertama,  menggunakan waktu dengan mandiri. Sebagai seorang muslim, masih banyak yang harus di selesaikan dalam kehidupan ini. Menggunakan waktu adalah sebuah cara yang perlu di perhatikan, agar segala pekerjaan dapat di jalankan dengan lancar. Karena, waktu seperti yang sudah di tuliskan di atas, tidak akan pernah berhenti dari perputarannya. Selalu begerak tanpa memperdulikan orang-orang di sekitarnya,. Tergantung siapa yang mau, maka ia dapat. Dan sebaliknya, orang yang tidak peduli akan semakin tertinggal.


Kedua, berani maju untuk melakukan hal yang bisa mengalahkan produk keilmuan orang lain, sehingga berani bersaing dalam kebajikan. Ada sebuah kata mutiara yang cukup menarik,


Berani hidup tak takut mati

 Takut mati jangan hidup
Takut hidup mati saja


Kalimat mutiara yang tertulis diatas tepat sekali. Karena, ia adalah dorongan untuk melakukan perubahan dan memperbanyak karya-karya di bidang kehidupan. Sehingga hidupnyapun berguna dan bermakna. Karena kalau hidup sudah tidak bisa melayani orang lain alias tidak bermanfaat, maka sia-sialah amanah kehidupan yang ia terima. “takut hidup mati saja”.


Dua sikap yang ada diatas bisa menjadi renungan untuk lebih berani dan lebih banyak berbuat. Karena hidup ini hanya sekali di dunia ini, sebagai persiapan untuk bekal di akhirat nanti. Jika salah jalan, maka harapan dan tujuannya tidak akan pernah sampai.


Berani melakukan perubahan untuk menggapai kehidupan yang lebih bermanfaat. Sebagai seorang muslim, tentunya perubahan yang di inginkan adalah perubahan yang membantu untuk lebih mengenal Alla azza wa jalla, dan lebih bernilai bagi makhluk ciptaannya di muka bumi ini. Seorang muslim yang baik adalah yang bisa memberikan pelayanan untuk siapapun dan dimanapun, atau menunjukkan aksi di bawah scenario Ilahi. [RIS]

________________
Semoga bermanfaat

Rabu, 29 Februari 2012

Amal, Alquran dan Godaan Iblis


ALQURAN NUHIBBUHU DAAIMAN ABADAN-

Untuk menghafal alquran, harus istiqomah dan yakin bahwa kita mampu untuk menghafal alquran.
Tapi, setan tidak akan pernah diam, dan akan terus menggoda kita agar meninggalkan alquran.

Dia akan berusaha dengan berbagai cara untuk menjauhkan kita dari alquran.
Nah, mari menghafal alquran dengan niat mencari Ridho Allah Ta'ala, dan untuk mengharapkan perlindungan dari Allah agar kita di jauhkan dari maksiat dan kemungkaran dengan berkah hafalan ayat-ayat Allah swt dalam alquran.

IBLIS, NA'UDZU BILLAHI DAAIMAN ABADAN-

Iblis -laknatullahi alaih- sudah berjanji akan mencari teman agar masuk bersama nya di neraka. Dari zaman nabiyyullah Adam as. sampai hari kiamat nanti, ia takkan pernah bosan untuk memperbanyak penghuni neraka.

Mari kita renungkan, sudah berapa banyak ibadah kita yang di Rusak oleh setan. bagaimanakah dengan solat kita, sudah khusuk kah? atau Bagaimana pula dengan nikmat yang di anugerahkan oleh Allah swt, sudahkah kita syukuri atau masih tertipu oleh setan yang membuat kita tidak bisa melihat anugerah Allah yang sangat banyak alias BUTA?

Mulai sekarang mari kita selalu memohon kepada Allah untuk selalu mendapat hidayah, dan perlindungan dari godaan setan.

Dan selalu berharap agar amal ibadah kita tidak di rusak lagi oleh ''tangan-tangan setan'' laknataullahi 'alaih...


#al noor #iblis

Senin, 11 Juli 2011

Muslimah yang Solehah Itu Cantik


Agar wajah selalu segar, berseri-seri, dan cantik, cucilah minimal 5 kali sehari yaitu dengan air wudhu. 

Jangan langsung dikeringkan oleh handuk, biarkan menetes dan kering sendiri. Lalu ambillah sajadah, shalat, berdikir, berdoa.

Untuk menghilangkan stress, salah satu penyebab kerut di wajah, perbanyaklah 'olah raga'. Jika tidak ada waktu untuk pergi ke studio fitness, spot-gym, dll, cukup dengan memperbanyak sholat. Dengan sholat berarti kita menggerakan seluruh tubuh. Konsultasikan semua keluh kesah kita pada Zat Yang Maha Tahu - Allah SWT dengan dzikir dan doa.

Untuk pelembab, agar awet muda, gunakanlah senyum. Tidak hanya di bibir tapi di hati juga. Katakan pada diri sendiri anda adalah cantik dan tidak memerlukan segala macam operasi plastik. Tidak lupa membisikan 'kata kunci' "Allahuma kamma hassanta khalgii fahassin khulqii" "Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula ahlaq ku"

Untuk mendapatkan bibir cantik, bisikan kalimat-kalimat Allah, tidak berkata bohong, atau
menyakiti hati orang lain, tidak dipakaimenyombongkan diri atau takabur.

Agar tubuh langsing, singset dan mulus, lakukan diet yang teratur yaitu dengan berpuasa seminggu 2 kali, Senin dan Kamis. Jika kuat, lebih bagus lagi berpuasa seperti nabi Daud AS. Makanlah makanan halal, perbanyak sayuran, buah-buahan, air putih.

Untuk mengembangkan diri, sebarkan salam dan sapaan. Dengan demikian kita akan banyak
dikenal dan disayangi.

Bloggers