Jumat, 14 Desember 2012

Makalah Pertama


Pendahuluan
 
Berbicara mengenai pendidikan karakter, akhlak atau sikap seseorang tidak akan lepas dari adanya pengambilan dan renungan ayat-ayat alquran yang mengajarkan pribadi yang berkarakter tinggi (soleh), dan berakhlak mulia. Karena, kandungannya sudah lengkap. Isinya sudah sempurna tanpa kekurangan. Ia adalah kalamulloh, wahyu yang dibawa oleh seorang utusan yaitu Rasulullah saw. yang mengajarkan 'kita' untuk menjadi pribadi yang qurani, mengamalkan ajaran-ajaran Allah SWT. untuk mewujudkan insan-insan yang berkarakter tinggi, dan berakhlak mulia. Karena, tanpa 'ajaran' tersebut maka dunia ini tidak akan bisa diatur dengan baik. Dunia akan tetap menggenggam peradaban-perabadan yang sangat merugikan kehidupan itu sendiri.
 
Saatnya, kita menggali potensi-potensi anak-anak bangsa, terkhusus remaja-remaja islam, untuk mendapatkan pendidikan yang berasakan alquran-sunnah. Pendidikan karakter yang terkandung di'sana' merupakan ajaran-ajaran Allah SWT untuk para 'pemimpin dunia (baca : khalifah)' yang telah disamapikan melalui lisan para utusan-Nya. Tapi, mungkin kita umat islam, khususnya, remaja-remaja islam masih belum mengambil  'mukjizat' yang sangat berharga tersebut. Nah, sepertinya menarik untuk menulis,  Bagaimanakah pendidikan yang terkandung di sana ?  
 
 Kitab Alquran : Wahyu yang Memaparkan Priadi Berkarakter Tinggi
 
Kitab terakhir yang diwahyukan untuk para utusan-utusan Allah SWT. adalah Mukjizat Kitabulloh, alquranulkarim. Di dalamnya dipaparkan, sifat-sifat yang soleh dan mulia. Allah SWT ingin mengajarkan kepada kita bagaimana mewujudkan 'seorang pemimpin di dunia ini yang memiliki kemuliaan di hadapan Allah SWT.' dan berkepribadian yang soleh. Alquran sebagai kalamulloh sudah meyakinkan 'kita' akan ketiadaan kekurangan yang dijelaskan dalam isinya. Dengan berakhirnya seorang utusan setelah rasululloh saw. memastikan [akan] berakhirnya 'wahyu' yang akan diajarkan untuk manusia di bumi ini.
 
Tidak ada keraguan dalam kandungan alquran, seperti yang sudah terjadi di dalam kitab-kitab sebelumnya, yaitu injil, taurot, dan zabuur. Dalam ayat pertama, Allah SWT menegaskan perihal tersebut. Perihal bahwa alquran tidak ada keraguan sediktipun papa isinya. [laa roiba fih...]. Nah, kita harus meyakini kebenaran alquran dari ayat pertama hingga akhir, kebenaran bahwa alquran tidak ada campur tangan manusia dari sisi redaksi-nya. Alquran tidak ada keraguan dalam 'ajaran-ajaran' di dalamnya. 
 
Tentang Sebuah Makna Suatu Pendidikan
 
Pendidikan bisa membentuk karakter seseorang agar lebih bermoral dan lebih sopan dalam berbuat sesuatu hal. Karena pendidikan adalah pelajaran pembentukan mental, agar lebih baik.
 
Sekilas, mengingat sebelum di utusnya seorang rasul (baca : Muhammad sollallohualaihi wasallam), keadaan bangsa arab waktu itu di kenal atau disebut dalam sejarah islam sebagai masyarakat jahilyyah, karena kelakuan mereka yang sangat biadap, tidak berakhlak dan berkarakter pribadi yang soleh. Mereka membunuh bayi perempuan, mencuri, berzina dan sebagainya, dan sebagainya. Tapi, setelah di utusnya seorang Rasul yang bernama Muhammad Bin Abdullah -sollallahu alaihi Wasallam- , dengan kecerdasan, dan kejeniusannya, ia bisa mengubah peradaban arab tersebut menjadi peradaban terbaik sepanjang masa (sampai sekarang ini). Ia menghilangkan perilaku-perilaku buruk masyarakatnya, yang tidak layak dilakukan oleh manusia. Rasul agung itu dengan agama islam yang ia bawa, berhasil mendidik mereka. Pendidikan beliau berhasil dan sukses memajukan 'bangsa Arab'. Rasululloh saw. telah mewujudkan pada pribadi-pribadi Arab disekitarnya sebuah pendidikan, akhlak mulia, karakter dan sikap yang soleh.
 
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak hal yang di temukan. Banyak ragam/bentuk perkara-perkara yang di hadapkan kepada setiap orang. Nilai-nilai kehidupan yang bermacam-macam, dari kesusahan, kesenangan, dan sebagainya dan sebagainya. Disanalah kita sangat membutuhkan pendidikan yang mampu mengubah seseorang menjadi sukses, membantu untuk lebih dewasa dan lebih mandiri. Setiap orang harus mendapatkan pendidikan untuk hidup dengan 'segala' kesenangan di bumi ini.
 
 
Urgensi Mewujudkan Pendidikan Sempurna  
 
Rasululloh saw. telah mewujudkan pada pribadi-pribadi Bangsa Arab disekitarnya sebuah pendidikan, akhlak mulia, karakter dan sikap yang soleh. Ia menghilangkan perilaku-perilaku buruk masyarakatnya, yang tidak manusiawi. Ia mampu mengubah peradaban jahily Bangsa Arab tersebut menjadi peradaban terbaik (best civilization) sepanjang masa.  
 
 
Bagaimanakah ia, mendidik???
Saya yakin kita sudah tahu. Jawabannya dengan 'pendidikan yang qurani'
Rasululloh saw. mengajari sahabat-sahabtnya, pendidikan qurani, pendidikan yang paling sempurna. Ialah sumber kesuksesan. Ia mendidik untuk berperilaku baik. Ia melarang kita untuk berbuat hal yang tidak sesuai dengan fitrah seoran insan. Alquran tersebut bukanlah buatan manusia, melainkan wahyu. Pendidikan utama dari Allah yang di sampaikan melalui lisan utusan-utusan dari para nabi-rasul kepada hamba-hamba-Nya.
 
Kesimpulan
 
Pendidikan yang paling sempurna adalah al-Quran. Ialah sumber kesuksesan setiap orang. Ia mendidik kita untuk berperilaku baik. Ia melarang kita untuk berbuat hal yang tidak sesuai dengan fitrah seoran insan. Alquran, mampu mengubah seseorang menjadi sukses, lebih dewasa dan mandiri. Ia adalah wahyu dan bukan buatan manusia, melainkan pendidikan dari Allah kepada hamba-hambaNya yang di sampaikan melalui lisan rasululloh sollallohu alaihi wasallam. 
 
Ada 3 sifat atau mental yang dipaparkan dalam alquran. 
 
Pertama, menjadi pribadi yang Ikhlas. Dalam alquran Allah swt. berfirman :
 “Padahal mereka hanya, di perintahkan menyembah Allah subhanahu wataala, dengan ikhlas menaatinya, semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar) “ [QS, albayyinah : 5].
Semua yang di lakukan hanyalah semata karena ingin keridhoan Allah. Bersyukur ketika berhasil, bersabar ketika belum sukses. Ini adalah mental orang-orang luar biasa. Alquran memang Luar Biasa.
 
Kedua, membentuk pribadi yang baik (rahmah) kepada semua orang dan semua makhluk ciptaan Tuhan.  
 
Allah swt. berfirman :
 “Dan kami tidak meungutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam” [QS.alanbiyaa : 107].
Dengan sifat tersebut, ia hanya ingin menjadi orang yang bermanfaat dalam hidupnya. Berusaha untuk memberi dan melayani. Demikianlah alQuran mendidik. Tiada yang di ragukan dari pendidikan yang di berikan olehnya.
 
Ketiga, berlomba-lomba dalam kebajikan.
 
Allah berfirman :
 “ …maka berlomba-lombalah kamu berbuat kebaikan” [QS.almaidah : 48].
Seorang yang terididik dengan alquran, berusaha selalu agar lebih baik di hadapan Allah setiap saat. Oleh karena itu, ia selalu optimis, dan tidak pernah putus asa sampai masanya berakhir, sampai Allah mengambil rohnya kembali dengan kekuasaan-NYA. Karena, tujuan hidupnya adalah pengabdian terbaik dihadapan Allah. Alquranlah yang membimbing.
 
Penutup
 
Demikianlah, 
Allah SWT mengutus para nabi-rasul untuk mengajari akhlak, mengenal-Nya dan beribadah dengan benar. Mukjizat terakhir (baca : alquran) menjadi penutup ajaran-ajaran para nabi-rasul. Disana terpaparkan semua isi dan ajaran kitab-kitab sebelumnya, dari injil, tauroth ataupun zabuuur.
 
Mari saling berbagi kebaikan dengan mencari hikmah atau pelajaran dari alQuran.
Saatnya 'kita' membuktikan khoir ummah yang disebutkan didalam alquran.
 
Semoga bermanfaat,
 
Like                           Komentar                   ...!!! Jangan Lupa, Plizzss... 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bloggers