Jumat, 30 November 2012

Ingin Menjadi Lebih -Zuhud-

Begitu jelas bahaya yang akan kita hadapi dalam hidup di dunia, ketika nafsu yang buruk menjadi raja dalam diri kita. Karena, kalau ia selalu bertindak maka hasilnya akan selalu buruk jauh dari nilai-nilai islam yang menjadi kebanggaan hidup. Kelakuan kita akan buruk selama nafsu yang tidak baik tersebut kita ikuti. Seperti misalnya, kita akan selalu berusaha mengumpulin harta sebanyak-banyaknya dan tidak menghiraukan kehidupan akhirat. Pokoknya, dunia ini (dalam benak) harus jadi surga yang paling indah.

Kalau bicara pengobatan nafsu buruk ini, kita harus kembali kepada nilai-nilai agama (baca: islam). Karena, dengan kembali kepada Allah -subhanahu wataala- setelah bertaubat, maka hati akan menjadi tenang, dan ia pun lebih memenangi nafsu buruk yang sama-sama ada dalam diri kita. Oleh karena itu, obat ampuh yang paling bagus adalah Hati yang Suci. Dan hati yang suci hanya bisa kita dapatkan dengan terus berlatih mengendalikan diri, lebih sering berdzikir dan banyak taubat (mohon ampunan) kepada Allah -subhanahu wataala-.

Akhirnya, sepantasnya kita untuk memiliki hati yang suci dan dapat menghilangkan perasaan-perasaan buruk yang dihasilkan dari nafsu yang tidak baik. Semoga kita bisa, dan saya yakin kita PASTI BISA.

Semoga bermanfaat !

#taubat #hati





Kamis, 29 November 2012

Berpikir atau Berkhayal ?

"Sibuklah dengan perbuatan-perbuatan baik dan jangan sebaliknya. Sesuatu yang buruk, yang dilarang oleh agama (fitrah manusia) akan membuat hati lebih berduka"

Sendirian diruang tamu rumah kecilku di Lebanon, aku berhayal sedikit mengenai kesuksesan orang-orang hebat, para Tokoh yang dikenal dan yang lainnaya. Berhayal sambil menuliskan beberapa poin-poin bermakna dari apa yang dihayalkan dalam memori pikiranku.

Poin-poin yang tertulis ini kuanggap sebagai hasil lamunan berhasilku dalam sepi, ketika sendiri itu. Nanti kuceritakan, seperti apakah yang ada dalam benakku waktu itu. Kuingin engkaupun
( teman blogger ku) tahu, apa yang sedang kubayangkan dalam pikiranku.

Sebenarnya tidak banyak yang kupikirkan. Singkat dan sedikit. Hanya saja (menurutku) penting untuk diketahui sehaingga sangat layak untuk dicatat diatas blog yang menjadi kepanggaan kita ini (^_^). Kuharap engkau suka dengan tulisannya, dan menikmati catatan-catatan yang ada.

Pelajarilah kehidupan 

Sejatinya, kita sebagai seorang insan adalah makhluk ciptaan hebat yang mempunyai kualitas tinggi. Tidak ada yang mendapat pengecualian. Hanya saja kehidupan yang sudah diberikan oleh Yang maha Kuasa ini, harus menjadi tempat untuk menunjukkan besarnya kualitas yang kita miliki.

Dalam hidup, seolah-olah kita sedang berada dalam dimensi ruang dan waktu belajar. Layaknya seorang anak yang sedang berada di bangku sekolah, kuliahan dan sebagainya. Nah, dari sinilah kita  menjadi seperti sedang belajar dari guru-guru kehidupan. Sedang menambah kualitas bermutu kita dari lingkungan yang kita tempati. Inilah yang saya sebut dengan Universita Kehidupan. Oleh sebab itu, pelajarilah Kehidpan yang sedang engkau lalui.

Kuasailah Perbuatan-perbuatan yang Baik

Sebelumnya sudah kita telusuri sedikit mengenai universitas kehidupan. Sekarang, waktunya untuk memanfaatkan amanah Tuhan yang ada pada diri setiap insan, untuk meningkatkan kualitas dan mutu pribadi kita dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Sang Pencipta Allah -subhanahu wataala-. Karena Perbuatan baiklah yang meningkatkan mutu dan kualitas, yang mencakup nilai-nilai baik seperti yang sudah ada dalam kewajiban setiap Insan dari perintah Allah -subhanahu wataala-. Dan karena perbuatan buruk itu akan menambah duka yang lebih sakit. Itu juga sudah termasuk dalam ruang dimensi larangan Allah -subhanahu wataala-.


Tadi, saya katakan diawal catatan ini, poin-poin yang saya pikirkan akan diceritakan. Inilah dia yang saya maksud dengan poin-poin bermutu itu.

pertama adalah berupa saran dan ajakan untuk lebih mempelajari kehidupan di dalam rung dimensi dan waktu yang kita miliki.

kedua adalah berupa saran 'lembut' untuk memperbanyak perbuatan-perbuatan baik agar menjadi kebutuhan dalam meningkatkan 'mutu' kehidupan dan mempertajam rasa 'taqwa' kepada Sang kholik 'azza wajalla.

Terakhir, saya berharap kepada semua teman blogger, agar menjadi insan-insan yang berkualitas tinggi. Wa jazaakumulloh khoiron ...


#rahmat #Ilahi

http://edukasi.kompasiana.com/2012/11/30/memiliki-kualitas-yang-berarti--507151.html


Jumat, 29 Juni 2012

Mengambil #al noor dari Kitabulloh

''akhlak umat islam yang semakin tidak baik  (immoral attitude) sudah meraja lela didalam masyarakat sekitar, maka saatnya kita memperbaiki diri dengan lebih takut melanggar perintah-perintah Allah SWT dan selalu bertaubat setelah berbuat kesalahan dan dosa" (#al noor)

Pendidikan, bisa membentuk karakter seseorang agar lebih bermoral dan lebih sopan dalam berbuat sesuatu hal. Karena pendidikan adalah pelajaran pembentukan mental, agar lebih baik.


Sekilas, mengingat sebelum di utusnya seorang Rasul (yaitu Muhammad Sallallohu alaihi Wasallam), keadaan bangsa arab waktu itu di kenal atau disebut dalam sejarah islam sebagai masyarakat jahilyyah, karena kelakuan mereka. Membunuh bayi perempuan, mencuri, berzina dan sebagainya, dan sebagainya. Tapi, setelah di utusnya seorang Rasul yang bernama Muhammad Bin Abdullah -sollallahu alaihi Wasallam- , dengan kecerdasan, dan kejeniusannya, ia bisa mengubah peradaban arab tersebut menjadi peradaban terbaik sepanjang masa (sampai sekarang ini). Ia menghilangkan perilaku-perilaku buruk masyarakatnya, yang tidak layak dilakukan oleh manusia. Rasul agung itu dengan agama islam yang ia bawa, berhasil mendidik mereka. Bagaimanakah ia, mendidik??? Saya yakin kita sudah tahu dan sama-sama mengatakan, jawabannya adalah karena beliau memahami alQuran dengan sebaik-baiknya. Beliau memang benar-benar memahami kitabulloh, alQuran.


Dalam kehidupan sehari-hari, banyak hal yang di temukan dalam kehidupan. Banyak ragam di hadapkan kepada setiap orang dari nilai-nilai kehidupan. Dari kesusahan, kesenangan, dan sebagainya dan sebagainya.

Pendidikan, mampu mengubah seseorang menjadi sukses, lebih dewasa dan mandiri. Karena itu, pendidikan itu harus di terima oleh setiap orang.

Pendidikan yang paling sempurna adalah al-Quran. Ialah sumber kesuksesan setiap orang. Ia mendidik kita untuk berperilaku baik. Ia melarang kita untuk berbuat hal yang tidak sesuai dengan fitrah seoran insan.

Ada 3 sifat atau mental yang terkandung di dalam alQuran. Sifat ini hanyalah sedikit jika dibandingkan dengan apa yang ada didalam kitabulloh itu.

Pertama, menjadi pribadi yang Ikhlas. Dalam alquran Allah swt. berfirman :

 “Padahal mereka hanya, di perintahkan menyembah Allah subhanahu wataala, dengan ikhlas menaatinya, semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar) “ [QS, albayyinah : 5].
Semua yang di lakukan hanyalah semata karena ingin keridhoan Allah. Bersyukur ketika berhasil, bersabar ketika belum sukses. Ini adalah mental orang-orang luar biasa. Alquran memang Luar Biasa.

Kedua, membentuk pribadi yang baik (rahmah) kepada semua orang dan semua makhluk ciptaan Tuhan.  Allah swt. berfirman :

 “Dan kami tidak meungutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam” [QS.alanbiyaa : 107].
Dengan sifat tersebut, ia hanya ingin menjadi orang yang bermanfaat dalam hidupnya. Berusaha untuk memberi dan melayani. Demikianlah alQuran mendidik. Tiada yang di ragukan dari pendidikan yang di berikan olehnya.

Ketiga, berlomba-lomba dalam kebajikan. Allah berfirman :

 “ …maka berlomba-lombalah kamu berbuat kebaikan” [QS.almaidah : 48].
Seorang yang terididik dengan alquran, berusaha selalu agar lebih baik di hadapan Allah setiap saat. Oleh karena itu, ia selalu optimis, dan tidak pernah putus asa sampai masanya berakhir, sampai Allah mengambil rohnya kembali dengan kekuasaan-NYA. Karena, tujuan hidupnya adalah pengabdian terbaik dihadapan Allah. Alquranlah yang membimbing.

Inilah sedikit dari pendidikan yang dapat di ambil dari tiga ayat alquran. Pendidikan utama (baca : alQuran) tersebut tidaklah buatan manusia, melainkan pendidikan dari Allah kepada hamba-hamba-Nya yang di sampaikan melalui lisan Rasul-NYA. Kalau tiga ayat aja sudah bisa mengubah diri seseorang menjadi lebih baik, bagaimana dengan semua ayatnya di jadikan hikmah dari kehidupan? Mari saling berbagi kebaikan dengan mencari hikmah atau pelajaran dari alQuran.


Semoga bermanfaat,


Be courageous and Keep fighting !!!

Mengambil Ilmu #al noor dari Islam

Memang sulit untuk mengubah kebiasaan yang sudah lama, walaupun sebenarnya bisa. Siapa saja yang punya keinginan besar untuk mengubah kebiasaannya, kemudahan dan cara mengubahnya akan ada. Hanya saja butuh kesabaran dan memperbanyak mencari jalan, dan cara. Mencoba dan mencoba lagi. Kebiasaan baik dan buruk adalah hal yang ada dalam kehidupan.


Kondisi diri selalu berubah-ubah. Layaknya seperti lidah yang merasakan pahit dan manisnya makanan. Tidak seorangpun yang meiliki keadaan hidup yang tetap. Karena, itu adalah warna dari kehidupan. Pergantian dari satu keadaan dengan yang lainnya bagaikan ketidak tetapan mendung yang ada di langit. Pergantinnya dengan terangnya matahari sangat cepat.


Sebagai seorang muslim yang ditunggu perannya dalam bidangnya untuk dakwah, kemampuan untuk mengontrol kebiasaan dan keadaan diri sendiri harus ada dan sangat penting. Karena itu sudah menjadi tanggung jawab diri sendiri. Kedewasaannya akan di tandai dengan kelakuakuan dan kebiasaannya, baik dan buruknya menjadi lambang kemandiriannya.



Mahasiswa adalah seorang terpelajar yang dewasa dan mandiri. Ia harus mampu memberikan peran penting dalam kehidupan bersosialnya. Sedikit banyaknya, ia harus bisa menunjukkan kepada semua orang bahwa hidup itu penuh dengan ketidakpastian, banyak tantangan, dan perlu adanya persiapan untuk bersaing dengan yang lainnya. Karena hidup adalah untuk yang Maha Hidup. Berkorban dengan jiwa dan raga.

Mengubah kebiasaan yang tidak baik adalah langkah menjadi orang yang lebih baik. Belajar dari pengalaman, baik itu dari pengalaman yang di miliki ataupun pengalaman dari orang lain. Saat keadaan yang ada di depan mata selalu berubah-ubah, yang kadang senang, bahagia, ataupun sedih dan susah, maka harus menjadi pribadi yang siap untuk menghalau itu semua. Karena inilah keadaan yang bisa menjerumuskan seseorang jika belum bisa untuk mengontrol kadaan diri tersebut.


Mengenal identitas sebagai seorang insan itu sangat perlu untuk didiskusikan Membuat sebuah gambaran, peta perjalan hidup, yang akan membantu menyelesaikan setiap permasalahan yang di hadapi. Identitas itu adalah tujuan hidup yang sebenarnya. Sehingga bisa melihat tantangan, kesuksesan dan keuntungan yang akan dilalui.


Sebagai seorang muslim, dapat kita uraikan beberapa tujuan hidup yang di isyaratkan dalam beberpa ayat alQuran. Peran yang membantu menyesuaikan diri dan menempatkan posisi diri dalam keadaan yang benar dan kondisi yang tepat.


Saya mencoba menuliskan beberapa peran seorang muslim dalam hidupnya, yang bisa mengendalikan kelakuan seseorang semakin produktif dan memiliki hidup yang lebih baik.


Pertama, kita adalah makhluk terbaik yang di perintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala untuk menjadi khalifah-NYA di muka bumi ini. Tentunya dengan segala kondisi yang di hadapi, seorang muslim sudah mempunyai peran yang mulia dalam kehidupan ini. Melayani adalah sikap yang selalu di tunjukkan kepada semua makhluk, terutama kepada masyarakat secara umum. Sebagai makhluk terbaik Allah Azza wajalla, menjadi semangat untuk selalu tegar menghadapi segala yang ada. Kesiapan diri akan terjaga dengan baik dan maksimal. Ini sekaligus peran yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan seorang Muslim. Identitas seorang muslim adalah umat terbaik.


Kedua, seorang muslim adalah yang paling besar manfaatnya bagi orang lain. Inilah yang diharapkan dari semua orang, terutama sebagai seorang muslim. Untuk mengisi kehidupan yang lebih baik dan lebih berarti adalah dengan banyak melayani orang lain. Semakin banyak pasti hidup akan lebih bermanfaat. Identitas seorang muslim adalah menggapai pribadi yang lebih produktif.


Ketiga, saling menasehati dalam kebaikan. Ini merupakan sebuah peran penting juga yang harus di miliki agar kondisi diri dan kebiasaan yang lainnya semakin baik. Kejahatan apa pun yang terjadi, yang merusak keadaan hidup yang indah akan terminimalisir dengan adanya sikap dan peran yang satu ini. Karena tiada kejahatan, selama kebaikan masih di tegakkan. Identitas seorang muslim adalah penebar rahmah bagi sekalian alam.


Tiga hal tersebut di atas bisa menjadi gambaran hidup yang sebaik-baiknya, membantu seseorang untuk mencari identitasnya yang sesungguhnya, menggunakan peran penting dalam keadaan yang serba sempurna.


Peran ini bisa menjadi kebaikan yang tidak bisa di sepelekan. Karena ini menjadi kebiasaan orang-orang yang bahagia hidupnya. Sehingga hidup seseorangpun bisa lebih baik, dan mampu bersaing dalam kebajikan.


Identitas seorang muslim yang sesungguhnya adalah khalifah di muka bumi ini, menebar rahmat dan kebaikan dari segala sisi. Peran itu harus di manfaatkan agar kehidupan semakin jelas, bahagia dan lebih baik. Di butuhkan usaha, keberanian, ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Be courageous and keep fighting [RIS]

Semoga bermanfaat.

Renungan, Ingin Perubahan !!!

What to Look for in this World

“...waktu, tidak akan pernah berhenti, ia selalu begerak tanpa memperdulikan orang-orang di sekitarnya. Ada yang bahagia karena menyambut kedatangannya, dan merana karena mengabaikan kehadirannya. Tertinggallah mereka, karena tidak memperdulikan waktu.”



Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuanpun semakin maju dan orang-orangpun berlomba-lomba dengan sains dan sebagainya. Waktu yang terus berputar, orang-orang mencari kehidupan yang lebih baik. Namun, tidak sedikit dari mereka yang menyerah karena gagal atau tidak mau mencoba.


Sebagai seorang insan, yang mempunyai kesungguhan mengembangkan bakat dan kemampuan, dan memiliki ambisi yang besar, tentunya tidak mau ketinggalan dengan orang-orang lain disekitarnya. Selalu memanfaatkan segalanya dengan sebaik-baiknya. Menggunakan waktu, usia dan peluang serta pengalaman yang memberikan pelajaran berharga. Itulah mereka yang OPTIMIS berbuat dan menjalani kehidupan. Tanda pribadi seorang insan yang produktif.



Memberikan apa yang dimiliki kepada orang lain di jalan mencari ridho Allah azza wa jalla, akan menambah kebahagiaan seorang muslim. Namun, terkadang tidak disadari. Karena banyaknya kebutuhan yang harus di penuhi. Yah, Sekarang ini iman seorang muslim sudah sangat banyak tantangannya. Perlu di perbaiki dan di perbaiki setiap hari, atau bisa dikatakan di perbaharui dengan merapat kepada Allah azza wa jalla, mengadu, dan meminta apa yang ingin di raih dengan tidak menafikan kenikmatan yang sudah di berikan alias banyak bersyukur.

Hidup memang untuk melayani. Melayani semua orang, semua makhluk yang ada di muka bumi ini dengan banyak memberikan profit, manfaat dan kebaikan kepada semuanya. Itulah yang diharapkan kepada seorang insan. Sebuah harapan Tuhan yang telah menciptakan, mengatur, dan memberikan semua kebutuhan untuk kehidupan tersebut. Dan sebagai seorang muslim, selayaknya menyambut perintah suci Allah azza wa jalla itu dengan ikhlas, dan penuh rasa tunduk. Memberikan, melayani dan menebarkan rahmah di alam jagat raya ini.


Semua kemajuan yang digapai itu adalah hasil dari usaha orang-orang hebat. Tidak akan di tercipta tanpa kemauan yang kuat dan usaha yang besar. Karena semuanya adalah produk dari mimpi-mimpi besar.


Untuk menjalani misi kehidupan tersebut, perlu untuk diperhatikan cara bagaimana memanfaatkan peluang yang tersedia di depan mata. Menggunakan waktu dengan sebaik mungkin. Bersaing dengan yang lainnya dalam menghasilkan profit yang sebanyak-banyaknya.

Sekarang waktunya memberikan apa yang bisa di lakukan, jika tidak mau ketinggalan. Ada dua hal yang ingin saya tulis, berkenaan dengan pribadi seorang muslim yang produktif dan berani maju di tengah-tengah orang-orang maju lainnya:

Pertama,  menggunakan waktu dengan mandiri. Sebagai seorang muslim, masih banyak yang harus di selesaikan dalam kehidupan ini. Menggunakan waktu adalah sebuah cara yang perlu di perhatikan, agar segala pekerjaan dapat di jalankan dengan lancar. Karena, waktu seperti yang sudah di tuliskan di atas, tidak akan pernah berhenti dari perputarannya. Selalu begerak tanpa memperdulikan orang-orang di sekitarnya,. Tergantung siapa yang mau, maka ia dapat. Dan sebaliknya, orang yang tidak peduli akan semakin tertinggal.


Kedua, berani maju untuk melakukan hal yang bisa mengalahkan produk keilmuan orang lain, sehingga berani bersaing dalam kebajikan. Ada sebuah kata mutiara yang cukup menarik,


Berani hidup tak takut mati

 Takut mati jangan hidup
Takut hidup mati saja


Kalimat mutiara yang tertulis diatas tepat sekali. Karena, ia adalah dorongan untuk melakukan perubahan dan memperbanyak karya-karya di bidang kehidupan. Sehingga hidupnyapun berguna dan bermakna. Karena kalau hidup sudah tidak bisa melayani orang lain alias tidak bermanfaat, maka sia-sialah amanah kehidupan yang ia terima. “takut hidup mati saja”.


Dua sikap yang ada diatas bisa menjadi renungan untuk lebih berani dan lebih banyak berbuat. Karena hidup ini hanya sekali di dunia ini, sebagai persiapan untuk bekal di akhirat nanti. Jika salah jalan, maka harapan dan tujuannya tidak akan pernah sampai.


Berani melakukan perubahan untuk menggapai kehidupan yang lebih bermanfaat. Sebagai seorang muslim, tentunya perubahan yang di inginkan adalah perubahan yang membantu untuk lebih mengenal Alla azza wa jalla, dan lebih bernilai bagi makhluk ciptaannya di muka bumi ini. Seorang muslim yang baik adalah yang bisa memberikan pelayanan untuk siapapun dan dimanapun, atau menunjukkan aksi di bawah scenario Ilahi. [RIS]

________________
Semoga bermanfaat

Tersenyumlah, Kawan !

Tersenyumlah, Masa Depanmu ada ditanganmu

"orang-orang yang mengetahui jauhnya perjalanan akan menyiapkan bekal yang sesuai, tidak lalai, sadar dan mengambil keputusan yang di sertai dengan kesadaran"


Masa depan memang perlu di pikirkan sejak masa muda, supaya ia menjadi masa depan yang berarti. Kalau sejak masa tersebut sudah terencanakan, maka langkah selanjutnya yang akan muncul adalah kesungguhan menggapainya, betul? Dengan demikian masa depan pun sudah bisa di gambarkan walaupun masih sebagai impian.


Masa depan adalah masa seseorang mulai mempunyai cara hidup yang sudah pasti dan sudah memiliki pekerjaan yang tepat. Bisa di artikan juga bahwa ia adalah masa yang akan di rasakan setelah memiliki keluarga baru. So, inilah masa kehidupan yang lebih menantang dari masa-masa sebelumnya (masa kecil, masa remaja dan anak muda ). Pada masa tersebut seseorang itu akan merasakan sebuah tanggung jawab baru yaitu tanjung jawab mengurusi kehidupan sendiri dan keluarga (baru). Dan inilah tanggung jawab yang sangat besar dan lebih mandiri.


Dalam bertindak harus di sertai dengan kesadaran. Menyadari apa yang dilakukan dan mengetahui apa yang  di harapkan. Begitu juga dengan mengambil keputusan. Supaya lebih percaya diri dan konsentrasi selama bekerja. Setiap pekerjaan membutuhkan kesungguhan dari orang yang melakukannya. Kemaksimalan suatu kinerja tersebut bergantung pada besarnya kesadaran dan pengetahuan yang di miliki terhadap suatu pekerjaan tersebut


#sebuah harapan besarku untuk bisa melakukan introspeksi diri dalam mengambil langkah-langkah yang berarti. #Langkah yang punya semangat, senang, dan penuh ambisi


"Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan di akhirat, kemudian selamatkanlah (kami) dari siksa api neraka-MU" (Doa sukses, QS.ALBAQOROH)


 BISA !!!

Berlomba-lomba Memperbaiki Diri dengan #al noor


“kita lebih sering melanggar aturan-Nya daripada menaati perintah-Nya. Kita mungkin masih sering melihat kemungkaran tapi tidak menegur dan mencoba mengingatkannya"  #pengalaman

Sering kita diingatkan oleh para ustadz, guru ngaji dan ulama-ulama islam lainnya dalam ceramah atau buku-buku yang kita baca, untuk sering bersyukur kepada Allah setiap waktu. Namun, walaupun demikian kita tidak selalu ingat untuk melakukannya. Misalnya kita lebih sering menggunakan pemberian-Nya untuk sesuatu yang tidak di ridhoi-Nya atau kita lebih sering melanggar aturan-Nya daripada menaati perintah-Nya. Makan, kita mungkin masih sering mengatakan “…makanan nya kok’ kurang apa ya githu? Kayaknya ada yang kurang” dalam hati ataupun kita ucapkan terang-terangan. itukan pemberian Allah, tidak selayaknya kita mengatakan seperti ini. Mata, kita mungkin masih sering melihat kemungkaran tapi tidak menegur dan mencoba menegur dan menasehati saudara kita, dan nikmat Allah yang lainnya. Mungkin kita memang harus terus belajar setiap hari, dari kejadian dan pengalaman yang di alami setiap hari untuk lebih baik di hari berikutnya.


Mengingat pemberian dari Sang Maha Pengasih yang sangat banyak, malu rasanya untuk hidup tanpa rasa syukur. Nikmat yang di rasakan setiap saat adalah dari-Nya. Tidak tahu diri rasanya jika belum bisa melaksanakan kebajikan yang menjadi perintah-Nya. Sedih, karena diri kita hanyalah seorang insan, hamba, makhluk ciptaan Tuhan, yang selalu bergantung pada-Nya dan membutuhkan makhluk ciptaan-Nya yang sudah terbentang luas untuk kita miliki i alam jagat raya ini. Bersyukur  adalah cara orang yang berpikir untuk berterima kasih kepada Tuhan.  Bersyukur dengan melaksanakan kebajikan yang menjadi perintah-Nya dan menjalankan setiap pekerjaan dengan sadar sambil mengatakan “ oh…ini adalah anugerah dari Tuhan, saya lakukan karena-NYa, bismillah”. itulah makna syukur kita.


Baik…!

Sudahkah kita melakukan kebajikan?
Kebajikan akan menghapus dosa yang kita lakukan sebelumnya. Kata-kata ini, mungkin sering kita dengar. Yah, benar sekali. Karena ini adalah kebaikan kembali, yang kita dapatkan dari kebajikan yang kita usahain. Kebaikan, ia harus di biasakan dan di lakukan dengan senang hati (ikhlas). Dosa kita akan di hapus oleh kebajikan yang kita lakukan.

Dalam pandangan saya, mungkin bisa benar atau sebaliknya, bisa saja salah (walloh a’lam), sesuatu yang di lakukan akan di anggap baik dari 2 sisi, yaitu :


Pertama, baik di sisi Allah. Pekerjaan yang baik dalam Islam harus benar di sisi Allah, benar dalam pandangan hukum-hukum agama. Tidak melanggar ayat-ayat (nash-nash) kitab suci alQuran. Karena alQuran adalah aturan hidup yang sudah  100 % benar. Benarkan? aha, tentu saja... ini yang saya anggap pada bagian pertama, baik di sisi Allah.


Kedua, baik dalam pandangan manusia. Bisa saja sesuatu itu baik dalam pandangan seorang manusia (insan yang sering salah), tapi di sisi Allah belumlah seperti itu. Tapi kita yakin, kalau sesuatu itu sudah di sukai oleh Allah, apalagi dalam pandangan manusia pasti hasilnya juga positif.  Maka, jangan dilupakan sisi yang pertama ketika mempunyai pekerjaan. Karena pandangan kita banyak salah sedangkan Allah tidak pernah salah, mengantuk, dan tidur. Ia Maha Tahu apa yang baik dari yang baik-baik.


 Sisi yang kedua ini hanyalah sebagai pelengkap, karena bagaimanapun juga kalau kita berharap orang menganggap pekerjaan kita baik, maka tidak semua orang  memiliki pandangan yang sama. Maka baik dari sisi ini hanya sebagai pelengkap dan pemberi semangat. Sedangkan, yang sudah baik di sisi Allah, maka itu mutlak kebenaran-Nya. Pasti kebaikan itu akan membawa kebahagiaan dan manfaat. Itulah kebaikan yang kita cari.


Kebajikan, ia memang membuat kita senang. Oleh karena itu, mari kita perbanyak melakukan dan membiasakan. Berusaha itu wajib tapi memohon ridho-Nya jangan di lupakan. Karena Ia lah yang akan memutuskan segala sesuatu yang akan terjadi pada kita.


Dan nasehat yang terakhir (untuk saya, dan Anda yang menikmati bacaan ini), agar kita lebih banyak berbuat kebajikan, mari kita berbuat. Karena orang-orang di sekitar kita akan melihat apa yang kita perbuat. Dan biarkanlah, mereka akan memberi keputusan apakah kita termasuk orang baik atau bukan (Allah a’lam). [RIS]


Semoga bermanfaat !!!


Bloggers