“kita lebih sering melanggar aturan-Nya daripada menaati perintah-Nya. Kita mungkin masih sering melihat kemungkaran tapi tidak menegur dan mencoba mengingatkannya" #pengalaman
Sering kita diingatkan oleh para ustadz, guru ngaji dan ulama-ulama islam lainnya dalam ceramah atau buku-buku yang kita baca, untuk sering bersyukur kepada Allah setiap waktu. Namun, walaupun demikian kita tidak selalu ingat untuk melakukannya. Misalnya kita lebih sering menggunakan pemberian-Nya untuk sesuatu yang tidak di ridhoi-Nya atau kita lebih sering melanggar aturan-Nya daripada menaati perintah-Nya. Makan, kita mungkin masih sering mengatakan “…makanan nya kok’ kurang apa ya githu? Kayaknya ada yang kurang” dalam hati ataupun kita ucapkan terang-terangan. itukan pemberian Allah, tidak selayaknya kita mengatakan seperti ini. Mata, kita mungkin masih sering melihat kemungkaran tapi tidak menegur dan mencoba menegur dan menasehati saudara kita, dan nikmat Allah yang lainnya. Mungkin kita memang harus terus belajar setiap hari, dari kejadian dan pengalaman yang di alami setiap hari untuk lebih baik di hari berikutnya.
Mengingat pemberian dari Sang Maha Pengasih yang sangat banyak, malu rasanya untuk hidup tanpa rasa syukur. Nikmat yang di rasakan setiap saat adalah dari-Nya. Tidak tahu diri rasanya jika belum bisa melaksanakan kebajikan yang menjadi perintah-Nya. Sedih, karena diri kita hanyalah seorang insan, hamba, makhluk ciptaan Tuhan, yang selalu bergantung pada-Nya dan membutuhkan makhluk ciptaan-Nya yang sudah terbentang luas untuk kita miliki i alam jagat raya ini. Bersyukur adalah cara orang yang berpikir untuk berterima kasih kepada Tuhan. Bersyukur dengan melaksanakan kebajikan yang menjadi perintah-Nya dan menjalankan setiap pekerjaan dengan sadar sambil mengatakan “ oh…ini adalah anugerah dari Tuhan, saya lakukan karena-NYa, bismillah”. itulah makna syukur kita.
Baik…!
Sudahkah kita melakukan kebajikan?
Kebajikan akan menghapus dosa yang kita lakukan sebelumnya. Kata-kata ini, mungkin sering kita dengar. Yah, benar sekali. Karena ini adalah kebaikan kembali, yang kita dapatkan dari kebajikan yang kita usahain. Kebaikan, ia harus di biasakan dan di lakukan dengan senang hati (ikhlas). Dosa kita akan di hapus oleh kebajikan yang kita lakukan.
Dalam pandangan saya, mungkin bisa benar atau sebaliknya, bisa saja salah (walloh a’lam), sesuatu yang di lakukan akan di anggap baik dari 2 sisi, yaitu :
Pertama, baik di sisi Allah. Pekerjaan yang baik dalam Islam harus benar di sisi Allah, benar dalam pandangan hukum-hukum agama. Tidak melanggar ayat-ayat (nash-nash) kitab suci alQuran. Karena alQuran adalah aturan hidup yang sudah 100 % benar. Benarkan? aha, tentu saja... ini yang saya anggap pada bagian pertama, baik di sisi Allah.
Kedua, baik dalam pandangan manusia. Bisa saja sesuatu itu baik dalam pandangan seorang manusia (insan yang sering salah), tapi di sisi Allah belumlah seperti itu. Tapi kita yakin, kalau sesuatu itu sudah di sukai oleh Allah, apalagi dalam pandangan manusia pasti hasilnya juga positif. Maka, jangan dilupakan sisi yang pertama ketika mempunyai pekerjaan. Karena pandangan kita banyak salah sedangkan Allah tidak pernah salah, mengantuk, dan tidur. Ia Maha Tahu apa yang baik dari yang baik-baik.
Sisi yang kedua ini hanyalah sebagai pelengkap, karena bagaimanapun juga kalau kita berharap orang menganggap pekerjaan kita baik, maka tidak semua orang memiliki pandangan yang sama. Maka baik dari sisi ini hanya sebagai pelengkap dan pemberi semangat. Sedangkan, yang sudah baik di sisi Allah, maka itu mutlak kebenaran-Nya. Pasti kebaikan itu akan membawa kebahagiaan dan manfaat. Itulah kebaikan yang kita cari.
Kebajikan, ia memang membuat kita senang. Oleh karena itu, mari kita perbanyak melakukan dan membiasakan. Berusaha itu wajib tapi memohon ridho-Nya jangan di lupakan. Karena Ia lah yang akan memutuskan segala sesuatu yang akan terjadi pada kita.
Dan nasehat yang terakhir (untuk saya, dan Anda yang menikmati bacaan ini), agar kita lebih banyak berbuat kebajikan, mari kita berbuat. Karena orang-orang di sekitar kita akan melihat apa yang kita perbuat. Dan biarkanlah, mereka akan memberi keputusan apakah kita termasuk orang baik atau bukan (Allah a’lam). [RIS]
Semoga bermanfaat !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar