Jumat, 29 Juni 2012

Mengambil #al noor dari Kitabulloh

''akhlak umat islam yang semakin tidak baik  (immoral attitude) sudah meraja lela didalam masyarakat sekitar, maka saatnya kita memperbaiki diri dengan lebih takut melanggar perintah-perintah Allah SWT dan selalu bertaubat setelah berbuat kesalahan dan dosa" (#al noor)

Pendidikan, bisa membentuk karakter seseorang agar lebih bermoral dan lebih sopan dalam berbuat sesuatu hal. Karena pendidikan adalah pelajaran pembentukan mental, agar lebih baik.


Sekilas, mengingat sebelum di utusnya seorang Rasul (yaitu Muhammad Sallallohu alaihi Wasallam), keadaan bangsa arab waktu itu di kenal atau disebut dalam sejarah islam sebagai masyarakat jahilyyah, karena kelakuan mereka. Membunuh bayi perempuan, mencuri, berzina dan sebagainya, dan sebagainya. Tapi, setelah di utusnya seorang Rasul yang bernama Muhammad Bin Abdullah -sollallahu alaihi Wasallam- , dengan kecerdasan, dan kejeniusannya, ia bisa mengubah peradaban arab tersebut menjadi peradaban terbaik sepanjang masa (sampai sekarang ini). Ia menghilangkan perilaku-perilaku buruk masyarakatnya, yang tidak layak dilakukan oleh manusia. Rasul agung itu dengan agama islam yang ia bawa, berhasil mendidik mereka. Bagaimanakah ia, mendidik??? Saya yakin kita sudah tahu dan sama-sama mengatakan, jawabannya adalah karena beliau memahami alQuran dengan sebaik-baiknya. Beliau memang benar-benar memahami kitabulloh, alQuran.


Dalam kehidupan sehari-hari, banyak hal yang di temukan dalam kehidupan. Banyak ragam di hadapkan kepada setiap orang dari nilai-nilai kehidupan. Dari kesusahan, kesenangan, dan sebagainya dan sebagainya.

Pendidikan, mampu mengubah seseorang menjadi sukses, lebih dewasa dan mandiri. Karena itu, pendidikan itu harus di terima oleh setiap orang.

Pendidikan yang paling sempurna adalah al-Quran. Ialah sumber kesuksesan setiap orang. Ia mendidik kita untuk berperilaku baik. Ia melarang kita untuk berbuat hal yang tidak sesuai dengan fitrah seoran insan.

Ada 3 sifat atau mental yang terkandung di dalam alQuran. Sifat ini hanyalah sedikit jika dibandingkan dengan apa yang ada didalam kitabulloh itu.

Pertama, menjadi pribadi yang Ikhlas. Dalam alquran Allah swt. berfirman :

 “Padahal mereka hanya, di perintahkan menyembah Allah subhanahu wataala, dengan ikhlas menaatinya, semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar) “ [QS, albayyinah : 5].
Semua yang di lakukan hanyalah semata karena ingin keridhoan Allah. Bersyukur ketika berhasil, bersabar ketika belum sukses. Ini adalah mental orang-orang luar biasa. Alquran memang Luar Biasa.

Kedua, membentuk pribadi yang baik (rahmah) kepada semua orang dan semua makhluk ciptaan Tuhan.  Allah swt. berfirman :

 “Dan kami tidak meungutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam” [QS.alanbiyaa : 107].
Dengan sifat tersebut, ia hanya ingin menjadi orang yang bermanfaat dalam hidupnya. Berusaha untuk memberi dan melayani. Demikianlah alQuran mendidik. Tiada yang di ragukan dari pendidikan yang di berikan olehnya.

Ketiga, berlomba-lomba dalam kebajikan. Allah berfirman :

 “ …maka berlomba-lombalah kamu berbuat kebaikan” [QS.almaidah : 48].
Seorang yang terididik dengan alquran, berusaha selalu agar lebih baik di hadapan Allah setiap saat. Oleh karena itu, ia selalu optimis, dan tidak pernah putus asa sampai masanya berakhir, sampai Allah mengambil rohnya kembali dengan kekuasaan-NYA. Karena, tujuan hidupnya adalah pengabdian terbaik dihadapan Allah. Alquranlah yang membimbing.

Inilah sedikit dari pendidikan yang dapat di ambil dari tiga ayat alquran. Pendidikan utama (baca : alQuran) tersebut tidaklah buatan manusia, melainkan pendidikan dari Allah kepada hamba-hamba-Nya yang di sampaikan melalui lisan Rasul-NYA. Kalau tiga ayat aja sudah bisa mengubah diri seseorang menjadi lebih baik, bagaimana dengan semua ayatnya di jadikan hikmah dari kehidupan? Mari saling berbagi kebaikan dengan mencari hikmah atau pelajaran dari alQuran.


Semoga bermanfaat,


Be courageous and Keep fighting !!!

Mengambil Ilmu #al noor dari Islam

Memang sulit untuk mengubah kebiasaan yang sudah lama, walaupun sebenarnya bisa. Siapa saja yang punya keinginan besar untuk mengubah kebiasaannya, kemudahan dan cara mengubahnya akan ada. Hanya saja butuh kesabaran dan memperbanyak mencari jalan, dan cara. Mencoba dan mencoba lagi. Kebiasaan baik dan buruk adalah hal yang ada dalam kehidupan.


Kondisi diri selalu berubah-ubah. Layaknya seperti lidah yang merasakan pahit dan manisnya makanan. Tidak seorangpun yang meiliki keadaan hidup yang tetap. Karena, itu adalah warna dari kehidupan. Pergantian dari satu keadaan dengan yang lainnya bagaikan ketidak tetapan mendung yang ada di langit. Pergantinnya dengan terangnya matahari sangat cepat.


Sebagai seorang muslim yang ditunggu perannya dalam bidangnya untuk dakwah, kemampuan untuk mengontrol kebiasaan dan keadaan diri sendiri harus ada dan sangat penting. Karena itu sudah menjadi tanggung jawab diri sendiri. Kedewasaannya akan di tandai dengan kelakuakuan dan kebiasaannya, baik dan buruknya menjadi lambang kemandiriannya.



Mahasiswa adalah seorang terpelajar yang dewasa dan mandiri. Ia harus mampu memberikan peran penting dalam kehidupan bersosialnya. Sedikit banyaknya, ia harus bisa menunjukkan kepada semua orang bahwa hidup itu penuh dengan ketidakpastian, banyak tantangan, dan perlu adanya persiapan untuk bersaing dengan yang lainnya. Karena hidup adalah untuk yang Maha Hidup. Berkorban dengan jiwa dan raga.

Mengubah kebiasaan yang tidak baik adalah langkah menjadi orang yang lebih baik. Belajar dari pengalaman, baik itu dari pengalaman yang di miliki ataupun pengalaman dari orang lain. Saat keadaan yang ada di depan mata selalu berubah-ubah, yang kadang senang, bahagia, ataupun sedih dan susah, maka harus menjadi pribadi yang siap untuk menghalau itu semua. Karena inilah keadaan yang bisa menjerumuskan seseorang jika belum bisa untuk mengontrol kadaan diri tersebut.


Mengenal identitas sebagai seorang insan itu sangat perlu untuk didiskusikan Membuat sebuah gambaran, peta perjalan hidup, yang akan membantu menyelesaikan setiap permasalahan yang di hadapi. Identitas itu adalah tujuan hidup yang sebenarnya. Sehingga bisa melihat tantangan, kesuksesan dan keuntungan yang akan dilalui.


Sebagai seorang muslim, dapat kita uraikan beberapa tujuan hidup yang di isyaratkan dalam beberpa ayat alQuran. Peran yang membantu menyesuaikan diri dan menempatkan posisi diri dalam keadaan yang benar dan kondisi yang tepat.


Saya mencoba menuliskan beberapa peran seorang muslim dalam hidupnya, yang bisa mengendalikan kelakuan seseorang semakin produktif dan memiliki hidup yang lebih baik.


Pertama, kita adalah makhluk terbaik yang di perintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala untuk menjadi khalifah-NYA di muka bumi ini. Tentunya dengan segala kondisi yang di hadapi, seorang muslim sudah mempunyai peran yang mulia dalam kehidupan ini. Melayani adalah sikap yang selalu di tunjukkan kepada semua makhluk, terutama kepada masyarakat secara umum. Sebagai makhluk terbaik Allah Azza wajalla, menjadi semangat untuk selalu tegar menghadapi segala yang ada. Kesiapan diri akan terjaga dengan baik dan maksimal. Ini sekaligus peran yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupan seorang Muslim. Identitas seorang muslim adalah umat terbaik.


Kedua, seorang muslim adalah yang paling besar manfaatnya bagi orang lain. Inilah yang diharapkan dari semua orang, terutama sebagai seorang muslim. Untuk mengisi kehidupan yang lebih baik dan lebih berarti adalah dengan banyak melayani orang lain. Semakin banyak pasti hidup akan lebih bermanfaat. Identitas seorang muslim adalah menggapai pribadi yang lebih produktif.


Ketiga, saling menasehati dalam kebaikan. Ini merupakan sebuah peran penting juga yang harus di miliki agar kondisi diri dan kebiasaan yang lainnya semakin baik. Kejahatan apa pun yang terjadi, yang merusak keadaan hidup yang indah akan terminimalisir dengan adanya sikap dan peran yang satu ini. Karena tiada kejahatan, selama kebaikan masih di tegakkan. Identitas seorang muslim adalah penebar rahmah bagi sekalian alam.


Tiga hal tersebut di atas bisa menjadi gambaran hidup yang sebaik-baiknya, membantu seseorang untuk mencari identitasnya yang sesungguhnya, menggunakan peran penting dalam keadaan yang serba sempurna.


Peran ini bisa menjadi kebaikan yang tidak bisa di sepelekan. Karena ini menjadi kebiasaan orang-orang yang bahagia hidupnya. Sehingga hidup seseorangpun bisa lebih baik, dan mampu bersaing dalam kebajikan.


Identitas seorang muslim yang sesungguhnya adalah khalifah di muka bumi ini, menebar rahmat dan kebaikan dari segala sisi. Peran itu harus di manfaatkan agar kehidupan semakin jelas, bahagia dan lebih baik. Di butuhkan usaha, keberanian, ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Be courageous and keep fighting [RIS]

Semoga bermanfaat.

Renungan, Ingin Perubahan !!!

What to Look for in this World

“...waktu, tidak akan pernah berhenti, ia selalu begerak tanpa memperdulikan orang-orang di sekitarnya. Ada yang bahagia karena menyambut kedatangannya, dan merana karena mengabaikan kehadirannya. Tertinggallah mereka, karena tidak memperdulikan waktu.”



Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuanpun semakin maju dan orang-orangpun berlomba-lomba dengan sains dan sebagainya. Waktu yang terus berputar, orang-orang mencari kehidupan yang lebih baik. Namun, tidak sedikit dari mereka yang menyerah karena gagal atau tidak mau mencoba.


Sebagai seorang insan, yang mempunyai kesungguhan mengembangkan bakat dan kemampuan, dan memiliki ambisi yang besar, tentunya tidak mau ketinggalan dengan orang-orang lain disekitarnya. Selalu memanfaatkan segalanya dengan sebaik-baiknya. Menggunakan waktu, usia dan peluang serta pengalaman yang memberikan pelajaran berharga. Itulah mereka yang OPTIMIS berbuat dan menjalani kehidupan. Tanda pribadi seorang insan yang produktif.



Memberikan apa yang dimiliki kepada orang lain di jalan mencari ridho Allah azza wa jalla, akan menambah kebahagiaan seorang muslim. Namun, terkadang tidak disadari. Karena banyaknya kebutuhan yang harus di penuhi. Yah, Sekarang ini iman seorang muslim sudah sangat banyak tantangannya. Perlu di perbaiki dan di perbaiki setiap hari, atau bisa dikatakan di perbaharui dengan merapat kepada Allah azza wa jalla, mengadu, dan meminta apa yang ingin di raih dengan tidak menafikan kenikmatan yang sudah di berikan alias banyak bersyukur.

Hidup memang untuk melayani. Melayani semua orang, semua makhluk yang ada di muka bumi ini dengan banyak memberikan profit, manfaat dan kebaikan kepada semuanya. Itulah yang diharapkan kepada seorang insan. Sebuah harapan Tuhan yang telah menciptakan, mengatur, dan memberikan semua kebutuhan untuk kehidupan tersebut. Dan sebagai seorang muslim, selayaknya menyambut perintah suci Allah azza wa jalla itu dengan ikhlas, dan penuh rasa tunduk. Memberikan, melayani dan menebarkan rahmah di alam jagat raya ini.


Semua kemajuan yang digapai itu adalah hasil dari usaha orang-orang hebat. Tidak akan di tercipta tanpa kemauan yang kuat dan usaha yang besar. Karena semuanya adalah produk dari mimpi-mimpi besar.


Untuk menjalani misi kehidupan tersebut, perlu untuk diperhatikan cara bagaimana memanfaatkan peluang yang tersedia di depan mata. Menggunakan waktu dengan sebaik mungkin. Bersaing dengan yang lainnya dalam menghasilkan profit yang sebanyak-banyaknya.

Sekarang waktunya memberikan apa yang bisa di lakukan, jika tidak mau ketinggalan. Ada dua hal yang ingin saya tulis, berkenaan dengan pribadi seorang muslim yang produktif dan berani maju di tengah-tengah orang-orang maju lainnya:

Pertama,  menggunakan waktu dengan mandiri. Sebagai seorang muslim, masih banyak yang harus di selesaikan dalam kehidupan ini. Menggunakan waktu adalah sebuah cara yang perlu di perhatikan, agar segala pekerjaan dapat di jalankan dengan lancar. Karena, waktu seperti yang sudah di tuliskan di atas, tidak akan pernah berhenti dari perputarannya. Selalu begerak tanpa memperdulikan orang-orang di sekitarnya,. Tergantung siapa yang mau, maka ia dapat. Dan sebaliknya, orang yang tidak peduli akan semakin tertinggal.


Kedua, berani maju untuk melakukan hal yang bisa mengalahkan produk keilmuan orang lain, sehingga berani bersaing dalam kebajikan. Ada sebuah kata mutiara yang cukup menarik,


Berani hidup tak takut mati

 Takut mati jangan hidup
Takut hidup mati saja


Kalimat mutiara yang tertulis diatas tepat sekali. Karena, ia adalah dorongan untuk melakukan perubahan dan memperbanyak karya-karya di bidang kehidupan. Sehingga hidupnyapun berguna dan bermakna. Karena kalau hidup sudah tidak bisa melayani orang lain alias tidak bermanfaat, maka sia-sialah amanah kehidupan yang ia terima. “takut hidup mati saja”.


Dua sikap yang ada diatas bisa menjadi renungan untuk lebih berani dan lebih banyak berbuat. Karena hidup ini hanya sekali di dunia ini, sebagai persiapan untuk bekal di akhirat nanti. Jika salah jalan, maka harapan dan tujuannya tidak akan pernah sampai.


Berani melakukan perubahan untuk menggapai kehidupan yang lebih bermanfaat. Sebagai seorang muslim, tentunya perubahan yang di inginkan adalah perubahan yang membantu untuk lebih mengenal Alla azza wa jalla, dan lebih bernilai bagi makhluk ciptaannya di muka bumi ini. Seorang muslim yang baik adalah yang bisa memberikan pelayanan untuk siapapun dan dimanapun, atau menunjukkan aksi di bawah scenario Ilahi. [RIS]

________________
Semoga bermanfaat

Tersenyumlah, Kawan !

Tersenyumlah, Masa Depanmu ada ditanganmu

"orang-orang yang mengetahui jauhnya perjalanan akan menyiapkan bekal yang sesuai, tidak lalai, sadar dan mengambil keputusan yang di sertai dengan kesadaran"


Masa depan memang perlu di pikirkan sejak masa muda, supaya ia menjadi masa depan yang berarti. Kalau sejak masa tersebut sudah terencanakan, maka langkah selanjutnya yang akan muncul adalah kesungguhan menggapainya, betul? Dengan demikian masa depan pun sudah bisa di gambarkan walaupun masih sebagai impian.


Masa depan adalah masa seseorang mulai mempunyai cara hidup yang sudah pasti dan sudah memiliki pekerjaan yang tepat. Bisa di artikan juga bahwa ia adalah masa yang akan di rasakan setelah memiliki keluarga baru. So, inilah masa kehidupan yang lebih menantang dari masa-masa sebelumnya (masa kecil, masa remaja dan anak muda ). Pada masa tersebut seseorang itu akan merasakan sebuah tanggung jawab baru yaitu tanjung jawab mengurusi kehidupan sendiri dan keluarga (baru). Dan inilah tanggung jawab yang sangat besar dan lebih mandiri.


Dalam bertindak harus di sertai dengan kesadaran. Menyadari apa yang dilakukan dan mengetahui apa yang  di harapkan. Begitu juga dengan mengambil keputusan. Supaya lebih percaya diri dan konsentrasi selama bekerja. Setiap pekerjaan membutuhkan kesungguhan dari orang yang melakukannya. Kemaksimalan suatu kinerja tersebut bergantung pada besarnya kesadaran dan pengetahuan yang di miliki terhadap suatu pekerjaan tersebut


#sebuah harapan besarku untuk bisa melakukan introspeksi diri dalam mengambil langkah-langkah yang berarti. #Langkah yang punya semangat, senang, dan penuh ambisi


"Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan di akhirat, kemudian selamatkanlah (kami) dari siksa api neraka-MU" (Doa sukses, QS.ALBAQOROH)


 BISA !!!

Berlomba-lomba Memperbaiki Diri dengan #al noor


“kita lebih sering melanggar aturan-Nya daripada menaati perintah-Nya. Kita mungkin masih sering melihat kemungkaran tapi tidak menegur dan mencoba mengingatkannya"  #pengalaman

Sering kita diingatkan oleh para ustadz, guru ngaji dan ulama-ulama islam lainnya dalam ceramah atau buku-buku yang kita baca, untuk sering bersyukur kepada Allah setiap waktu. Namun, walaupun demikian kita tidak selalu ingat untuk melakukannya. Misalnya kita lebih sering menggunakan pemberian-Nya untuk sesuatu yang tidak di ridhoi-Nya atau kita lebih sering melanggar aturan-Nya daripada menaati perintah-Nya. Makan, kita mungkin masih sering mengatakan “…makanan nya kok’ kurang apa ya githu? Kayaknya ada yang kurang” dalam hati ataupun kita ucapkan terang-terangan. itukan pemberian Allah, tidak selayaknya kita mengatakan seperti ini. Mata, kita mungkin masih sering melihat kemungkaran tapi tidak menegur dan mencoba menegur dan menasehati saudara kita, dan nikmat Allah yang lainnya. Mungkin kita memang harus terus belajar setiap hari, dari kejadian dan pengalaman yang di alami setiap hari untuk lebih baik di hari berikutnya.


Mengingat pemberian dari Sang Maha Pengasih yang sangat banyak, malu rasanya untuk hidup tanpa rasa syukur. Nikmat yang di rasakan setiap saat adalah dari-Nya. Tidak tahu diri rasanya jika belum bisa melaksanakan kebajikan yang menjadi perintah-Nya. Sedih, karena diri kita hanyalah seorang insan, hamba, makhluk ciptaan Tuhan, yang selalu bergantung pada-Nya dan membutuhkan makhluk ciptaan-Nya yang sudah terbentang luas untuk kita miliki i alam jagat raya ini. Bersyukur  adalah cara orang yang berpikir untuk berterima kasih kepada Tuhan.  Bersyukur dengan melaksanakan kebajikan yang menjadi perintah-Nya dan menjalankan setiap pekerjaan dengan sadar sambil mengatakan “ oh…ini adalah anugerah dari Tuhan, saya lakukan karena-NYa, bismillah”. itulah makna syukur kita.


Baik…!

Sudahkah kita melakukan kebajikan?
Kebajikan akan menghapus dosa yang kita lakukan sebelumnya. Kata-kata ini, mungkin sering kita dengar. Yah, benar sekali. Karena ini adalah kebaikan kembali, yang kita dapatkan dari kebajikan yang kita usahain. Kebaikan, ia harus di biasakan dan di lakukan dengan senang hati (ikhlas). Dosa kita akan di hapus oleh kebajikan yang kita lakukan.

Dalam pandangan saya, mungkin bisa benar atau sebaliknya, bisa saja salah (walloh a’lam), sesuatu yang di lakukan akan di anggap baik dari 2 sisi, yaitu :


Pertama, baik di sisi Allah. Pekerjaan yang baik dalam Islam harus benar di sisi Allah, benar dalam pandangan hukum-hukum agama. Tidak melanggar ayat-ayat (nash-nash) kitab suci alQuran. Karena alQuran adalah aturan hidup yang sudah  100 % benar. Benarkan? aha, tentu saja... ini yang saya anggap pada bagian pertama, baik di sisi Allah.


Kedua, baik dalam pandangan manusia. Bisa saja sesuatu itu baik dalam pandangan seorang manusia (insan yang sering salah), tapi di sisi Allah belumlah seperti itu. Tapi kita yakin, kalau sesuatu itu sudah di sukai oleh Allah, apalagi dalam pandangan manusia pasti hasilnya juga positif.  Maka, jangan dilupakan sisi yang pertama ketika mempunyai pekerjaan. Karena pandangan kita banyak salah sedangkan Allah tidak pernah salah, mengantuk, dan tidur. Ia Maha Tahu apa yang baik dari yang baik-baik.


 Sisi yang kedua ini hanyalah sebagai pelengkap, karena bagaimanapun juga kalau kita berharap orang menganggap pekerjaan kita baik, maka tidak semua orang  memiliki pandangan yang sama. Maka baik dari sisi ini hanya sebagai pelengkap dan pemberi semangat. Sedangkan, yang sudah baik di sisi Allah, maka itu mutlak kebenaran-Nya. Pasti kebaikan itu akan membawa kebahagiaan dan manfaat. Itulah kebaikan yang kita cari.


Kebajikan, ia memang membuat kita senang. Oleh karena itu, mari kita perbanyak melakukan dan membiasakan. Berusaha itu wajib tapi memohon ridho-Nya jangan di lupakan. Karena Ia lah yang akan memutuskan segala sesuatu yang akan terjadi pada kita.


Dan nasehat yang terakhir (untuk saya, dan Anda yang menikmati bacaan ini), agar kita lebih banyak berbuat kebajikan, mari kita berbuat. Karena orang-orang di sekitar kita akan melihat apa yang kita perbuat. Dan biarkanlah, mereka akan memberi keputusan apakah kita termasuk orang baik atau bukan (Allah a’lam). [RIS]


Semoga bermanfaat !!!


BERMIMPI

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM,

 "Sebagai seorang remaja yang mempunyai banyak ambisi akan berusaha melakukan yang terbaik demi mendapatkan ambisi tersebut. karena ambisi  tersebut bisa di jadikan sebagai motivasi untuk berbuat dan bergerak"

Menentukan masa depan adalah ‘kewajiban’ semua orang. Jangan seperti orang buta yang berjalan  di dalam hutan pada malam hari. Karena, jika menjalani hari-hari di dunia ini tanpa tujuan maka kita tidak akan tahu sampai kapan kita akan sampai.  Tentukanlah dengan baik masa depan, karena dengan masa depanlah jalan mu akan semakin muda. “apabila sebuah ambisi telah ada (dalam jiwa seseorang), maka jalannya pasti akan tersedia”.

Masa depan cerah adalah hak setiap orang. Kita semua berhak mendapatkan masa depan yang lebih baik. karena kita semua juga memiliki potensi yang bisa kita alihkan untuk mencapai apa yang kita cita-citakan. Dengan demikian, sebuah masa depan adalah keputusan-keputusan yang kita ucapkan pada hari ini dan kita lakukan di umur yang masih muda. Yah, itulah yang menentukan bagaimana masa depan kita nantinya, apakah menyenangkan, cerah atau bukan. “Berbuatlah diwaktu kecilmu agar di masa tua banyak yang bisa kamu nikmati”.

Merubah  diri sendiri adalah kunci kesuksesan semua orang. Seorang pakar dalam masalah motivasi dan inspirasi seorang remaja mengatakan bahwa kesuksesan itu dapat di raih dengan memperbaiki atau merubah cara pikir dengan yang lebih baik. Aha.., perubahan itu penting. Tiada kesuksesan tanpa semangat untuk memperbaiki diri dengan perubahan yang selalu untuk lebih baik.

Kita perlu banyak berbuat sesuatu yang membantu kita dalam menggapai ambisi di hari-hari kita. Berbuat lebih banyak, pengalaman akan bertambah. Ambisi yang di inginkan akan kita raih dengan banyak mencoba dan berusaha. Yap, sekali lagi kita ingatkan bahwa kesuksesan dan masa depan yang cerah adalah hak setiap orang, masing-masing kita memiliki kesempatan untuk mendapatkannya. Hanya saja kita sering lupa, bahwa keputusan-keputusan hari ini adalah penentu masa depan kita.

Terakhir, mari sama-sama bermimpi memiliki masa depan cerah. Karena kita semua punya potensi dalam menggapai cita-cita mulia tersebut. Namun, sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah azz wa jalla, jangan sampai amalan dunia kita melalaikan kita untuk kebaikan di akhirat. Kesuksesan yang abadi adalah kesuksesan dunia dan akhirat dan masa depan sesungguhnya adalah masa depan yang mendapatkan ridho Tuhan pada hari di pertemukan (baca : hari pembalasan). Wallaohua’lam [RIS]


Semoga bermanfaat !!!

TSM (tenang, senang, dan menang)

JUST SMILE EN KEEP FIGHTING, GUYS!...  (aLL iS wELL) 

Senang, memang sikap kita kadang-kadang berubah dan tidak selalu tetap. Terkadang kita sedang pusing karena di hadapkan dengan masalah. Terkadang kita juga senang karena mendapat keberuntungan. Namun, kita tidak akan mendapatkan kesenangan dari orang lain, atau kita hanya mendapatkan kesenangan dari diri kita sendiri. Kesenangan kita adalah bersumber dari diri kita sendiri. 

Tenang, sering kita merasa bahwa masalah yang sedang kita hadapi adalah masalah yang besar. Kita juga sering menganggap masalah kita sudah tidak mempunyai solusi. Namun, sebenarnya itu hanyalah sebuah ketakutan yang kita hasilkan dari pikiran kita sendiri. Sebenarnya kitalah orang pertama kali yang mengatakan bahwa masalah kita besar, tidak punya solusi, dan sebagainya, dan sebagainya.

Masalah, sungguh! masalah itu tidaklah ada kecuali solusi untuk menyelesaikan masalah itu juga sudah ada, dekat dengannya. Terlalu banyak orang yang tidak mengetahui bahwa masalah yang sedang di hadapinya adalah masalah yang tidak besar sama sekali karena telah ada ‘kok’ solusi pada masalah tersebut.

Sebagai seorang muslim, kita sudah paham mengenai hal tersebut. karena dalam akhir surat albaqoroh, Allah azza wa jalla, sudah menerangkan dengan sangat tegas bahwa, tiada masalah yang di hadapi oleh seseorang itu kecuali sesuai dengan kemampuan yang ia miliki untuk menyelesaikannya. Kemampuan tersebut merupakan tanda yang sudah benar akan benarnya kedekatan solusi penyelesaan di setiap masalah yang sedang di hadapi oleh seseorang itu.
"Tenang, sering kita merasa bahwa masalah yang sedang kita hadapi adalah masalah yang besar. Kita juga sering menganggap masalah kita sudah tidak mempunyai solusi. Namun, sebenarnya itu hanyalah sebuah ketakutan yang kita hasilkan dari pikiran kita sendiri. Sebenarnya kitalah orang pertama kali yang mengatakan bahwa masalah kita besar, tidak punya solusi, dan sebagainya, dan sebagainya"

Janganlah karena masalah harus putus asa. JANGAN!! Janganlah, karena sebuah ujian dari Tuhan untuk sebuah keyakinan yang kita miliki harus membuat kita pusing. JANGAN!! Karena, setiap masalah ada solusinya, dan itu dekat dengan kita (jadi, tidak usah pening). Setiap ujian dari Tuhan ada nilainya, dan itu baik ujian yang enak ataupun tidak enak (jadi, jangan putus asa).

Tenang, marilah kita menenangkan pikiran kita setiap kali mendapat masalah dalam kehidupan. Belajarlah karena masalah tersebut. belajarlah karena ingin mendekati solusi yang bisa membantu kita untuk mengetahui penyelesaian masalaha tersebut.

Dan bersenang-senanglah denga ujian dari Allah azza wa jalla, karena ujian yang baik ataupun yang buruk adalah untuk mengangkat derajat kita di sisi Allah azza wa jalla. Semangat dan jangan pernah sedih, kecewa, atau putus asa. Just Smile, en keep fighting guys!... (wallaohu a’lam) [RIS]


Semoga bermanfaat !!!

Bloggers