Sabtu, 08 Desember 2012

Mau Berhasil dari Godaan ? Baca Bismillah Dulu

''Setan yang mengganggu manusia akan mencari cara yang membuat lupa untuk berdoa. Maka, setiap kali beramal ia akan mengganggu, menggoda dan membisikkan sesuatu yang tidak bermanfaat agar lalai dari bismillahi ta'ala'' [#al noor]

Amal kebaikan yang diawali dengan bismillah ta'ala maka tidak akan diganggu oleh setan yang terus mengikuti. Karena, dengan bismillah ta'ala, pekerjaan itu akan menutup rapat pintu-pintu setan untuk masuk. 

Setan yang mengganggu manusia akan mencari cara yang membuat lupa untuk berdoa. Maka, setiap kali beramal ia akan mengganggu, menggoda dan membisikkan sesuatu yang tidak bermanfaat agar lalai dari bismillahi ta'ala tadi. Ia selalu siap menjerumuskan ke jalan-jalan 'hitam'nya dari awal amal itu dikerjakan sampai selesai. Dan ia sabar menggangu, sangan pelan dan lembut. Ia bahkan tidak hanya dengan satu trik/cara, tapi berbagai-bagai mcam cara yang ia lakukan. Kita harus berhati-hati

Rasanya sangat mudah melindungi amal perbuatan dari setan. Karena, cukup membaca bismillahi ta'ala, dengan benar, penuh harap kepada robbil alamin, dan niat mentaati perintah-Nya, maka benar-benar akan mendapat perlindungan dari Allah -subhanahu wataala-. Pintu-pintu masuk setan untuk menggoda, menggangu dan menjerumuskan amal perbuatan tersebut akan tertutup dan terkunci rapat-rapat.

Bismillahirrohmanirrohim, artinya dengan menyebut nama Allah taala, Yang maha pengasih dan penyayang. Dalam berdoa dengan lafadz bismillahi ta'ala tersebut, (harus) diiringi dengan perasaan kelemahan diri dihadapan Allah taala, dan pengakuan tidak mampu melakukan suatu amalan tanpa bantuan karunia-Nya, tanpa Hidayah-Nya, tanpa nikmat kesehatan dan sebagainya yang Ia berikan. Hati juga melanjutkan, bahwa amal (itu) adalah amalan untuk-Nya, bukan untuk diri sendiri apalagi orang lain. Amal perbuatan yang dilakukan karena ta'at dengan perintah-perintah-Nya dan merasa hanya seorang hamba yang mesti beribadah kepada Pencipta, Allah yang maha pengasih dan penyayang.

Bismillahi ta'ala yang diucapkan disetiap awal kebaikan merupakan sunnah Rasul -sallallohualaihi wasallam-. Juga, menjadi kebiasaan wajib para Sahabat beliau, dan juga diwarisi oleh Orang-orang Saleh setelah mereka -rodiyallohu anhum ajmaiin-. Nah, kita, saatnya untuk mengikuti sunnah, amal, dan kebaikan Rasululloh -alaihi atmmussolati wat taslim-, dan pengikut-pengikut setia beliau. Agar islam yang kita bawa hari ini seperti mulianya, majunya dan hebatnya Islam di zaman beliau -sollallohu alaihi wasallam-.

Waallohu a'lam bissowab.

Terima kasih teman-teman blogger yang sudah mampir di tembat berbagi ilmu ini, semoga benar-benar mendapat pengalaman yang bermanfaat. Untuk tulisan diatas, semoga ada yang bisa diambil. [#al noor]


Jumat, 07 Desember 2012

Mau Kuliyah Gampang ? Bisa

'mau kuliyah gampang? buat dulu perencanaanya' [#al noor]


Ada sebuah artikel yang 'penulis' baca di kompasiana, yang berjudulkan Mau Liburan Berkesan? Buat Dulu Perencanaanya. Tulisan yang menarik untuk dibaca karena judulnya begitu cocok. Tapi, bukan bermaksud ingin membahas artikel menarik ini, hanya saja ingin menulis judul artikel yang mirip tapi hampir sama dengan catatan yang cocok untuk dibaca itu. Tulisan yang akan dihadapkan kepada teman-teman blogger semua membahas tentang perencanaan yang membantu untuk mencapai kesenangan, berkarya dan menjadi orang besar.

Penulis sangat berharap, artikel singkat ini dapat memberi kesan berarti, menarik dan cocok untuk dibaca bagi teman-teman blogger yang aktif ngeblog, seperti ini. Perencanaan yang akan dibahas adalah berkaitan dengan seorang pelajar, mahasiswa atau peserta didik diberbagai macam, bentuk dan jenis perguruan tinggi yang ada di belahan dunia ini. Seorang pelajar, mahasiswa dan peserta didik harus merencanakan masa depannya.



"kuliah yang rajin, tidak sering absen dan suka bertanya/berdiskusi"

Dimulai dari cara mencari ilmu di sekolah, kampus universitas, dan perguruan tinggi. Mari kita rencanakan terlebih dahulu. Sebagai seorang pelajar ataupun mahasiwa, menghadiri mata kuliyah setiap hari adalah kebutuhan dan kewajiban yang tidak bisa ditoleransi. Disini, seorang pelajar ataupun mahasiswa, kita harap bisa rajin mengikuti mata kuliyah dari dosen dikampus. Rajin masuk dalam setiap pelajaran harus terencanakan terlebih dahulu. 

Dapatkan, satu ! kita lanjutkan.

Dalam pelajaran yang ada dikelas, kampus (kuliyah) ataupun perguruan tinggi, sangat diharapkan peran aktif dengan bertanya dan suka berdiskusi. Karena, yang ini dapat membantu, menambah ilmu, wawasan dan pengetahuan umum.

"baca buku, merangkumi dan menghafalkan yang penting untuk diingat"

Teman-teman yang masih setia, perencanaan dilanjutkan!
Tidak dipungkiri lagi, bahwa buku sebagai sumber ilmu. Nah, diharapkan dari  seorang pelajar, mahasiswa ataupun peserta didik, agar bisa menggunakan waktunya dengan membaca buku. Dikampus, kelas, kuliyah ataupun sekolah untuk membaca buku. Dirumah juga harus terencana seperti ini. Karena dengan membaca, ilmu yang dapat akan lebih banyak. 

Dapatkan, beberapa ! kita lanjutkan.

Membaca buku, bukanlah sekedar membaca. Tapi, membaca yang bermanfaat. Seperti apa? Membaca, merangkumi dan menghapalkan yang penting untuk dihapalkan. Begitulah membaca yang bermanfaat. Cara membaca yang mesti, harus dan wajib terencanakan. 

"berikan masing-masing anggota tubuh dari hak-haknya, tanpa korupsi dan menguranginya"

Kita sambung, yuk !

Aktivitas yang banyak akan melelahkan anggota tubuh dan badan sehat kita. Nah, kita perlu menjaga kesehatan badan. Anggota tubuh sehat ini harus mendapat waktu istirahat yang terencana, agar tidak terlalu capek. Seperti itulah seorang pelajar, mahasiswa dan peserta didik yang bisa menikmati masa belajarnya dengan tubuh yang sehat, kuat dan tidak gampang sakit. Maka, kita harap mereka bisa memberikan anggota tubuh, apa yang menjadi hak-haknya.



Inilah tulisan yang ada, semoga ada yang bisa diambil. Terima kasih telah mengunjungi (saya). 'mau hidup sukses? buat dulu perencanaannya.' hhe... 

#al noor

Kamis, 06 Desember 2012

Dunia : Menguji dan Memilih yang Emas


Menikmati perasaan cinta kepada Sang Maha Pengasih adalah cara untuk mengikhlaskan amal ibadah. pekerjaan dan kewajiban agama. Amal yang dilakukan terasa begitu nikmat, mudah dan tidak ada keterpaksaan. Kewajiban yang dilakukan menjadi kebutuhan. Pekerjaan yang ada berubah lebih enjoi dan dinikmatin. Karena, merasakan cinta yang begitu lembut dengan Sang Pengasih, Allah -subhanahu wataala-.

Kehidupan yang sedang dijalani oleh kita manusia, hanyalah sebatas ujian yang akan mendapat nilai pada akhirnya. Yang bersungguh mengikuti akan mendapat nilai yang memuaskan. Sedangkan yang lebih memilih untuk bersantai-santai di dalamnya, maka layaknya seorang pelajar yang merugi karena tidak mendapat nilai yang membantu untuk naik kelas di UN. Selain merugi ditambah dengan kesedihan yang pada akhirnya timbul penyesalan. Nilai yang mendapat 'harga' disisi Allah -subhanahu wataala-. Begitulah Dia -subhanahu wataala- membuat dan merancang apa yang ada di dunia dengan kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya.



Setelah ujian dunia yang sedang dijalankan ini berakhir, maka tidak ada lagi pengulangan atau ujian yang kedua. Nanti, yang akan ditemui hanyalah perhitungan nilai saja, yaitu hari perhitungan di akhirat. Tanpa ada pengecualian dan ampunan untuk makhluk ciptaan-Nya. Semua akan mendapatkan gilirannya. Oleh karena itu, kerugian dan penyesalan besarlah bagi umat manusia yang bersantai-santai didalam menghadapi ujian Allah -subhanahu wataala-.



Sebelum penyesalan mendatangi kita di akhirat, maka berusahalah cara menghalanginya. Usaha tersebut dengan mengikuti ujian Allah -subhanahu wataala- di dunia ini dengan mempersiapkan segala yang dibutuhkan (didalamnya). Karena, penyesalan (diakhirat)  ketidaklulusan dalam ujian ini tidak akan membantu dan tidak bisa menolong. Yang bisa hanyalah amala, ibadah, dan ketaatan yang dipersembahkan untuk-Nya, sehingga mendapat nilai yang memuaskan. Nilai yang dapat mengangkat derajat kita di sisi Allah -subhanahu wataala- (nanti) di akhirat. Seperti seseorang yang berhasil naik kelas karena hasil ujiannya bernilai bagus, tinggi dan sempurna.

Itulah nikmat yang sesungguhnya kita butuhkan, yang membuat diri kita bahagia, senang dan selamat dunia akhirat. Karena, ketika amal ibadah yang kita lakukan mendapat nilai, berkah dan pahala, maka ujian didunia akan menjadi mudah, membantu dan menolong di hari perhitungan nilai di akhirat. Maka, dunialah tempat kita berlomba-lomba. Bukan mencari dosa, bersantai-santai, atau melupakan eksistensi ujian, tapi mencari bekal, nilai, dan pahala sebanyak-banyaknya. [wallohul musta'an]

#al noor


Rabu, 05 Desember 2012

Usaha Sendiri

"tangan diatas lebih mulia dari tangan dibawah, karena dengan begitulah seseorang berusaha bukan meminta-minta" [al noor]

Tidak baik rasanya kalau harus merendahkan diri karena tidak mau berusaha dan melakukan yang terbaik untuk maju. Meminta orang lain untuk kebutuhan pribadi merupakan salah satu contoh kerendahan yang sangat buruk dipandang. Tidak baik karena merendahkan kemampuan diri yang sudah ada.

Bukan tidak bisa, tapi karena malas berusaha. Mengandalkan orang tidaklah menjadikan kemudahan tapi kehinaan sebagai fitrah manusia yang mulia. Karena dengan mengeluarkan keringat dalam usaha akan membuat kepribadian kita tetap terhormat. Oleh karena itu hidup terhormat atau hanya terhina dengan apa yang kita sebutkan tadi.

#al noor


Selasa, 04 Desember 2012

Gangguan Iblis Begitu 'Lembut'


" Mengganggu dan menggoda manusia dari setiap sisi dan segala arah, itulah setan (iblis) dan ceesnya " [#al Noor]


Ingin menasehati nafsu diri sendiri, yang telah lepas dari ikatan petunjuk Ilahi. Sebuah alat yang digunakan setan (iblis) mengganggu ibadah manusia kepada Tuhannya. Nafsu yng buruk, mengajak kepada dosa dan maksiat yang menambah jarak kita dari cahaya Allah -subhanahu wataala-, yaitu noor yang memberikan petunjuk untuk mengingat dan memuji Allah -subhanahu wataala-. Selama kita mampu melawannya, maka cahaya Allah -subhanahu wataala- tadi pun akan terus membantu untuk melakukan dzikrullah dan memuji/bersyukur kepada-Nya.



Perlu untuk diingat selalu, bahwa yang menggoda manusia tidak pernah bosan apalagi putus asa. Iblis dan para tentaranya sabar dalam melakukan aksi buruknya. Dari setiap sisi dan segalah sudut akan mereka coba untuk dapat mengganggu zdikir kita kepada Allah -subhanahu wataala- dan melupakan ibadah yang membuat kita selalu ingat dengan-Nya. Maka berhati-hatilah terhadapnya.

Sungguh, betapa indahnya hidup seorang muslim yang mencintai Allah -subhanahau wataala- dan meninggalkan nafsu buruknya. Ia akan selalu mengingat kekasihnya setiap saat, menyembah-Nya karena cinta, tunduk dan patuh bukan karena takut dosa atau ingin masuk surga. Menyembahnya karena memang mengakui bahwa Ialah Allah -subhanahu wataala- yang satu-satunya berhak untuk disembah. Laa ilaaha illa Allah.


#rahmat #al noor

Minggu, 02 Desember 2012

Mengatur Langkah dalam Satu Tahun

Sebelum memulai lebih banyak, dalam tulisan ini sepatutnya untuk mengucapkan 'asma' Allah -subhanah wataala-, bismillahirrrohmanirrohim. Karena, dengan kata tersebut amalan kita (membaca dan menulis) akan bernilai ibadah tertulis dalam kitab amal insya Allah -subhanahau wataala-.

Ada pesan yang begitu menarik untuk di tuliskan di sini, semoga disukai, yaitu mengatur langkah atau mimpi yang akan diusahakan dalam setahun. Karena akan lebih fokus dan insya Allah -subhanahu wataala- sampai pada mimpi-mimpi tersebut. Tapi, sebelumnya tentu kita sudah punya niat yang sungguh-sungguh dalam hati untuk berusaha.

Diantara motivasi untuk sungguh-sungguh mendapat mimpi-mimpi baik, yaitu :

A. Mencatat mimpi itu dengan semangat


Kalau kita sudah punya catatan yang merangkup semua mimpi-mimpi, pasti kita akan ingat. Kalau lupapun pasti diingati sama catatan itu. Oleh karena nya, catatlah apa yang mau dicapai selama satu tahun ini.

B. Berniatlah untuk mencari ridho Allah -subhanahu wataala-

Diawal tulisan ini, saya ingatkan tadi untuk membaca basmalah, kenapa? supaya ingat Allah -subhanahu wataala-, dan menjadi amal kebaikan yang dapat berkah dan ridho-Nya. Nah, untuk mimpi kita juga harus mirip demikian, agar dipermudah olehnya, dan selalu mendapat taufiq dari-Nya saat berusaha dan bekerja. Hasilnya juga tidak sia-sia, bahkan doubel, dapat di dunia nanti mengalir juga untuk akhirat kita, enak bukan?

C. Bersabar Ketika belum Meraih dan Sukur Ketika Berhasil

Pada hakekatnya sih, berhasil dan belumnya itu sama-sama baik untuk seorang muslim. Karena, yang baik menurut manusia belum tentu baik di sisi-Nya. Ataupun yang buruk (menurut manusia) bukan berarti buruk dimata Allah -subhanahu wataala-. Nah, berasaskan tersebut selayaknya bagi kita umat Muslim untuk menghilangkan kekhawatiran dalam bermimpi, alias takut-takut gak kesampaian. Jangan ! jangan seperti itu ! Mari berusaha, dan serahkan hasilnya kepada Sang Kholiq -Jalla waAla-.

Akhirnya, saya tutup pesan ini dengan hamdalah, "alhamdulillahirobbilalamin". Semoga kita berani menjadi pemimpi-pemimpi yang tidak takut untuk berbuat. Dan mudah-mudahan tahun depan menjadi tahun kebangkita kita, umat islam seluruhnya. Insya Allah ...

Semoga bermanfaat !

#al noor  #rahmat 

Sabtu, 01 Desember 2012

Perubahan 'Drastis' #al noor

Begitu indah kehidupan yang selalu ceria, senang dan bahagia. Wajahnya terhiasi oleh senyum yang terpancar begitu menawan. Langkah kaki selalu mudah, enteng dan berisikan semangat yang besar. Apapun yang menjadi tujuannya, diaplikasikan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Hasilnya ia pasrahkan kembali kepada Sang Kholiq yang Maha Kuasa. Kehidupannya begitu indah, sukurnya besar diwaktu mendapat nikmat kebaikan dan sabarnyapun tidak lupa ketika mendapat ujian dari-Nya.


Tidak mudah untuk sabar dikala mendapat ujian berupa kesusahan. Karena, yang sangat dibutuhkan adalah keihklasan dan sikap sabar yang betul-betul karena mencari keridhoan Allah -subhanahu wataala-. Tidak mudah, karena yang akan diraih hasilnya juga sangat besar. Ridho Allah -subhanahu wataala- yang menjadi hadiahnya, bukan murah, bukan yang lain. Oleh karena itu, sangat beruntung jika kita mendapat nikmat ikhlas dan sabar itu dari-Nya, dan sangat pantas bahkan harus disukuri. 


Semua yang kita dapatkan didunia akan kembali 'pulang' kepada Alla -subhanahu wataala-. Cobaan yang begitu susah juga hanyalah sebagau ujian, dan pun akan kembali kepada Allah -subhanahu wataala-. Segala yang ada dialam ini juga tunduk kepada aturan-aturan-Nya, dan pun akan kembali kepada Allah -subhanahu wataala-. Pada akhirnya, diri kita pun juga akan kembali 'pulang' kepada Pencipta dan Pemilik segala-segalanya. Kita akan mempertanggungjawabkan amal perbuatan kita di dunia selama hidup didalamnya. Maka, untuk apa mencari dunia atau mengejar dunia terlalu besar? Kalau mencari dunia harus meninggalkan akhirat, maka hasilnya akan sia-sia. Tentunya kita tidak mau bahagia di sini (baca; dunia) namun sengsara di akhirat. Tapi, akhiratlah yang kita utamakan dengan dunia yang didalamnya kita hidup dan berusaha.



Akhir tulisan ini, merenungkan kembali kehidupan yang sudah kita lalui. Apakah sudah bahagia dengan apa yang kita nikmati dari pemberian Allah -subhanahu wataala- atau masih belum sabar dengan cobaan yang begitu menyusahkan ? Apakah sudah benar akhirat menjadi 'goal' utama dalam dunia yang didalamnya kita hidup dan berusaha. atau masih terpengaruhi oleh godaan iblis dan 'fitnah-fitnah' dunia yang mengasikkan? Dan apakah kita masih ingat, suatu saat akan kembali 'pulang' kepada Sang Pencipta (untuk) mempertanggung jawabkan umur, harta, dan pemberian-pemberian-Nya yang lain selama ini atau sudah lupa dan tidak mau tahu? 


Mari kita ketahui, kebahagiaan kita hanyalah dengan menjadi hamba Allah -subhanahu wataala- yang soleh dan beriman. Bukan dengan kehidupan yang harus kaya harta dan berpoyah-poyah. Hidup yang ceria tidak harus dengan selalu mendapat kebaikan tapi diantara kesenangan dan kesusahan adalah keceriaan, bagaimana? yaitu dengan bersukur ketika mendapat kebaikan/kesenangan/kenikmatan dan bersabar dalam ujian kesusahan. Kemudian, kematian akan menghampiri setiap orang, maka tetapkan lah satu tujuan yang bisa menjadikan kita 'siap' mengahadap Allah -subhanahu wataala- ketika kembali 'pulang' keapa-Nya. Karena, siap atau tidak PASTI akan akan dipanggil (juga) oleh ajal yang sudah ditentukan. 


Semoga beranfaat !

#dzikrah #al noor   

Bloggers