Kamis, 06 Desember 2012

Dunia : Menguji dan Memilih yang Emas


Menikmati perasaan cinta kepada Sang Maha Pengasih adalah cara untuk mengikhlaskan amal ibadah. pekerjaan dan kewajiban agama. Amal yang dilakukan terasa begitu nikmat, mudah dan tidak ada keterpaksaan. Kewajiban yang dilakukan menjadi kebutuhan. Pekerjaan yang ada berubah lebih enjoi dan dinikmatin. Karena, merasakan cinta yang begitu lembut dengan Sang Pengasih, Allah -subhanahu wataala-.

Kehidupan yang sedang dijalani oleh kita manusia, hanyalah sebatas ujian yang akan mendapat nilai pada akhirnya. Yang bersungguh mengikuti akan mendapat nilai yang memuaskan. Sedangkan yang lebih memilih untuk bersantai-santai di dalamnya, maka layaknya seorang pelajar yang merugi karena tidak mendapat nilai yang membantu untuk naik kelas di UN. Selain merugi ditambah dengan kesedihan yang pada akhirnya timbul penyesalan. Nilai yang mendapat 'harga' disisi Allah -subhanahu wataala-. Begitulah Dia -subhanahu wataala- membuat dan merancang apa yang ada di dunia dengan kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya.



Setelah ujian dunia yang sedang dijalankan ini berakhir, maka tidak ada lagi pengulangan atau ujian yang kedua. Nanti, yang akan ditemui hanyalah perhitungan nilai saja, yaitu hari perhitungan di akhirat. Tanpa ada pengecualian dan ampunan untuk makhluk ciptaan-Nya. Semua akan mendapatkan gilirannya. Oleh karena itu, kerugian dan penyesalan besarlah bagi umat manusia yang bersantai-santai didalam menghadapi ujian Allah -subhanahu wataala-.



Sebelum penyesalan mendatangi kita di akhirat, maka berusahalah cara menghalanginya. Usaha tersebut dengan mengikuti ujian Allah -subhanahu wataala- di dunia ini dengan mempersiapkan segala yang dibutuhkan (didalamnya). Karena, penyesalan (diakhirat)  ketidaklulusan dalam ujian ini tidak akan membantu dan tidak bisa menolong. Yang bisa hanyalah amala, ibadah, dan ketaatan yang dipersembahkan untuk-Nya, sehingga mendapat nilai yang memuaskan. Nilai yang dapat mengangkat derajat kita di sisi Allah -subhanahu wataala- (nanti) di akhirat. Seperti seseorang yang berhasil naik kelas karena hasil ujiannya bernilai bagus, tinggi dan sempurna.

Itulah nikmat yang sesungguhnya kita butuhkan, yang membuat diri kita bahagia, senang dan selamat dunia akhirat. Karena, ketika amal ibadah yang kita lakukan mendapat nilai, berkah dan pahala, maka ujian didunia akan menjadi mudah, membantu dan menolong di hari perhitungan nilai di akhirat. Maka, dunialah tempat kita berlomba-lomba. Bukan mencari dosa, bersantai-santai, atau melupakan eksistensi ujian, tapi mencari bekal, nilai, dan pahala sebanyak-banyaknya. [wallohul musta'an]

#al noor


Rabu, 05 Desember 2012

Usaha Sendiri

"tangan diatas lebih mulia dari tangan dibawah, karena dengan begitulah seseorang berusaha bukan meminta-minta" [al noor]

Tidak baik rasanya kalau harus merendahkan diri karena tidak mau berusaha dan melakukan yang terbaik untuk maju. Meminta orang lain untuk kebutuhan pribadi merupakan salah satu contoh kerendahan yang sangat buruk dipandang. Tidak baik karena merendahkan kemampuan diri yang sudah ada.

Bukan tidak bisa, tapi karena malas berusaha. Mengandalkan orang tidaklah menjadikan kemudahan tapi kehinaan sebagai fitrah manusia yang mulia. Karena dengan mengeluarkan keringat dalam usaha akan membuat kepribadian kita tetap terhormat. Oleh karena itu hidup terhormat atau hanya terhina dengan apa yang kita sebutkan tadi.

#al noor


Selasa, 04 Desember 2012

Gangguan Iblis Begitu 'Lembut'


" Mengganggu dan menggoda manusia dari setiap sisi dan segala arah, itulah setan (iblis) dan ceesnya " [#al Noor]


Ingin menasehati nafsu diri sendiri, yang telah lepas dari ikatan petunjuk Ilahi. Sebuah alat yang digunakan setan (iblis) mengganggu ibadah manusia kepada Tuhannya. Nafsu yng buruk, mengajak kepada dosa dan maksiat yang menambah jarak kita dari cahaya Allah -subhanahu wataala-, yaitu noor yang memberikan petunjuk untuk mengingat dan memuji Allah -subhanahu wataala-. Selama kita mampu melawannya, maka cahaya Allah -subhanahu wataala- tadi pun akan terus membantu untuk melakukan dzikrullah dan memuji/bersyukur kepada-Nya.



Perlu untuk diingat selalu, bahwa yang menggoda manusia tidak pernah bosan apalagi putus asa. Iblis dan para tentaranya sabar dalam melakukan aksi buruknya. Dari setiap sisi dan segalah sudut akan mereka coba untuk dapat mengganggu zdikir kita kepada Allah -subhanahu wataala- dan melupakan ibadah yang membuat kita selalu ingat dengan-Nya. Maka berhati-hatilah terhadapnya.

Sungguh, betapa indahnya hidup seorang muslim yang mencintai Allah -subhanahau wataala- dan meninggalkan nafsu buruknya. Ia akan selalu mengingat kekasihnya setiap saat, menyembah-Nya karena cinta, tunduk dan patuh bukan karena takut dosa atau ingin masuk surga. Menyembahnya karena memang mengakui bahwa Ialah Allah -subhanahu wataala- yang satu-satunya berhak untuk disembah. Laa ilaaha illa Allah.


#rahmat #al noor

Minggu, 02 Desember 2012

Mengatur Langkah dalam Satu Tahun

Sebelum memulai lebih banyak, dalam tulisan ini sepatutnya untuk mengucapkan 'asma' Allah -subhanah wataala-, bismillahirrrohmanirrohim. Karena, dengan kata tersebut amalan kita (membaca dan menulis) akan bernilai ibadah tertulis dalam kitab amal insya Allah -subhanahau wataala-.

Ada pesan yang begitu menarik untuk di tuliskan di sini, semoga disukai, yaitu mengatur langkah atau mimpi yang akan diusahakan dalam setahun. Karena akan lebih fokus dan insya Allah -subhanahu wataala- sampai pada mimpi-mimpi tersebut. Tapi, sebelumnya tentu kita sudah punya niat yang sungguh-sungguh dalam hati untuk berusaha.

Diantara motivasi untuk sungguh-sungguh mendapat mimpi-mimpi baik, yaitu :

A. Mencatat mimpi itu dengan semangat


Kalau kita sudah punya catatan yang merangkup semua mimpi-mimpi, pasti kita akan ingat. Kalau lupapun pasti diingati sama catatan itu. Oleh karena nya, catatlah apa yang mau dicapai selama satu tahun ini.

B. Berniatlah untuk mencari ridho Allah -subhanahu wataala-

Diawal tulisan ini, saya ingatkan tadi untuk membaca basmalah, kenapa? supaya ingat Allah -subhanahu wataala-, dan menjadi amal kebaikan yang dapat berkah dan ridho-Nya. Nah, untuk mimpi kita juga harus mirip demikian, agar dipermudah olehnya, dan selalu mendapat taufiq dari-Nya saat berusaha dan bekerja. Hasilnya juga tidak sia-sia, bahkan doubel, dapat di dunia nanti mengalir juga untuk akhirat kita, enak bukan?

C. Bersabar Ketika belum Meraih dan Sukur Ketika Berhasil

Pada hakekatnya sih, berhasil dan belumnya itu sama-sama baik untuk seorang muslim. Karena, yang baik menurut manusia belum tentu baik di sisi-Nya. Ataupun yang buruk (menurut manusia) bukan berarti buruk dimata Allah -subhanahu wataala-. Nah, berasaskan tersebut selayaknya bagi kita umat Muslim untuk menghilangkan kekhawatiran dalam bermimpi, alias takut-takut gak kesampaian. Jangan ! jangan seperti itu ! Mari berusaha, dan serahkan hasilnya kepada Sang Kholiq -Jalla waAla-.

Akhirnya, saya tutup pesan ini dengan hamdalah, "alhamdulillahirobbilalamin". Semoga kita berani menjadi pemimpi-pemimpi yang tidak takut untuk berbuat. Dan mudah-mudahan tahun depan menjadi tahun kebangkita kita, umat islam seluruhnya. Insya Allah ...

Semoga bermanfaat !

#al noor  #rahmat 

Sabtu, 01 Desember 2012

Perubahan 'Drastis' #al noor

Begitu indah kehidupan yang selalu ceria, senang dan bahagia. Wajahnya terhiasi oleh senyum yang terpancar begitu menawan. Langkah kaki selalu mudah, enteng dan berisikan semangat yang besar. Apapun yang menjadi tujuannya, diaplikasikan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Hasilnya ia pasrahkan kembali kepada Sang Kholiq yang Maha Kuasa. Kehidupannya begitu indah, sukurnya besar diwaktu mendapat nikmat kebaikan dan sabarnyapun tidak lupa ketika mendapat ujian dari-Nya.


Tidak mudah untuk sabar dikala mendapat ujian berupa kesusahan. Karena, yang sangat dibutuhkan adalah keihklasan dan sikap sabar yang betul-betul karena mencari keridhoan Allah -subhanahu wataala-. Tidak mudah, karena yang akan diraih hasilnya juga sangat besar. Ridho Allah -subhanahu wataala- yang menjadi hadiahnya, bukan murah, bukan yang lain. Oleh karena itu, sangat beruntung jika kita mendapat nikmat ikhlas dan sabar itu dari-Nya, dan sangat pantas bahkan harus disukuri. 


Semua yang kita dapatkan didunia akan kembali 'pulang' kepada Alla -subhanahu wataala-. Cobaan yang begitu susah juga hanyalah sebagau ujian, dan pun akan kembali kepada Allah -subhanahu wataala-. Segala yang ada dialam ini juga tunduk kepada aturan-aturan-Nya, dan pun akan kembali kepada Allah -subhanahu wataala-. Pada akhirnya, diri kita pun juga akan kembali 'pulang' kepada Pencipta dan Pemilik segala-segalanya. Kita akan mempertanggungjawabkan amal perbuatan kita di dunia selama hidup didalamnya. Maka, untuk apa mencari dunia atau mengejar dunia terlalu besar? Kalau mencari dunia harus meninggalkan akhirat, maka hasilnya akan sia-sia. Tentunya kita tidak mau bahagia di sini (baca; dunia) namun sengsara di akhirat. Tapi, akhiratlah yang kita utamakan dengan dunia yang didalamnya kita hidup dan berusaha.



Akhir tulisan ini, merenungkan kembali kehidupan yang sudah kita lalui. Apakah sudah bahagia dengan apa yang kita nikmati dari pemberian Allah -subhanahu wataala- atau masih belum sabar dengan cobaan yang begitu menyusahkan ? Apakah sudah benar akhirat menjadi 'goal' utama dalam dunia yang didalamnya kita hidup dan berusaha. atau masih terpengaruhi oleh godaan iblis dan 'fitnah-fitnah' dunia yang mengasikkan? Dan apakah kita masih ingat, suatu saat akan kembali 'pulang' kepada Sang Pencipta (untuk) mempertanggung jawabkan umur, harta, dan pemberian-pemberian-Nya yang lain selama ini atau sudah lupa dan tidak mau tahu? 


Mari kita ketahui, kebahagiaan kita hanyalah dengan menjadi hamba Allah -subhanahu wataala- yang soleh dan beriman. Bukan dengan kehidupan yang harus kaya harta dan berpoyah-poyah. Hidup yang ceria tidak harus dengan selalu mendapat kebaikan tapi diantara kesenangan dan kesusahan adalah keceriaan, bagaimana? yaitu dengan bersukur ketika mendapat kebaikan/kesenangan/kenikmatan dan bersabar dalam ujian kesusahan. Kemudian, kematian akan menghampiri setiap orang, maka tetapkan lah satu tujuan yang bisa menjadikan kita 'siap' mengahadap Allah -subhanahu wataala- ketika kembali 'pulang' keapa-Nya. Karena, siap atau tidak PASTI akan akan dipanggil (juga) oleh ajal yang sudah ditentukan. 


Semoga beranfaat !

#dzikrah #al noor   

Jumat, 30 November 2012

Ingin Menjadi Lebih -Zuhud-

Begitu jelas bahaya yang akan kita hadapi dalam hidup di dunia, ketika nafsu yang buruk menjadi raja dalam diri kita. Karena, kalau ia selalu bertindak maka hasilnya akan selalu buruk jauh dari nilai-nilai islam yang menjadi kebanggaan hidup. Kelakuan kita akan buruk selama nafsu yang tidak baik tersebut kita ikuti. Seperti misalnya, kita akan selalu berusaha mengumpulin harta sebanyak-banyaknya dan tidak menghiraukan kehidupan akhirat. Pokoknya, dunia ini (dalam benak) harus jadi surga yang paling indah.

Kalau bicara pengobatan nafsu buruk ini, kita harus kembali kepada nilai-nilai agama (baca: islam). Karena, dengan kembali kepada Allah -subhanahu wataala- setelah bertaubat, maka hati akan menjadi tenang, dan ia pun lebih memenangi nafsu buruk yang sama-sama ada dalam diri kita. Oleh karena itu, obat ampuh yang paling bagus adalah Hati yang Suci. Dan hati yang suci hanya bisa kita dapatkan dengan terus berlatih mengendalikan diri, lebih sering berdzikir dan banyak taubat (mohon ampunan) kepada Allah -subhanahu wataala-.

Akhirnya, sepantasnya kita untuk memiliki hati yang suci dan dapat menghilangkan perasaan-perasaan buruk yang dihasilkan dari nafsu yang tidak baik. Semoga kita bisa, dan saya yakin kita PASTI BISA.

Semoga bermanfaat !

#taubat #hati





Kamis, 29 November 2012

Berpikir atau Berkhayal ?

"Sibuklah dengan perbuatan-perbuatan baik dan jangan sebaliknya. Sesuatu yang buruk, yang dilarang oleh agama (fitrah manusia) akan membuat hati lebih berduka"

Sendirian diruang tamu rumah kecilku di Lebanon, aku berhayal sedikit mengenai kesuksesan orang-orang hebat, para Tokoh yang dikenal dan yang lainnaya. Berhayal sambil menuliskan beberapa poin-poin bermakna dari apa yang dihayalkan dalam memori pikiranku.

Poin-poin yang tertulis ini kuanggap sebagai hasil lamunan berhasilku dalam sepi, ketika sendiri itu. Nanti kuceritakan, seperti apakah yang ada dalam benakku waktu itu. Kuingin engkaupun
( teman blogger ku) tahu, apa yang sedang kubayangkan dalam pikiranku.

Sebenarnya tidak banyak yang kupikirkan. Singkat dan sedikit. Hanya saja (menurutku) penting untuk diketahui sehaingga sangat layak untuk dicatat diatas blog yang menjadi kepanggaan kita ini (^_^). Kuharap engkau suka dengan tulisannya, dan menikmati catatan-catatan yang ada.

Pelajarilah kehidupan 

Sejatinya, kita sebagai seorang insan adalah makhluk ciptaan hebat yang mempunyai kualitas tinggi. Tidak ada yang mendapat pengecualian. Hanya saja kehidupan yang sudah diberikan oleh Yang maha Kuasa ini, harus menjadi tempat untuk menunjukkan besarnya kualitas yang kita miliki.

Dalam hidup, seolah-olah kita sedang berada dalam dimensi ruang dan waktu belajar. Layaknya seorang anak yang sedang berada di bangku sekolah, kuliahan dan sebagainya. Nah, dari sinilah kita  menjadi seperti sedang belajar dari guru-guru kehidupan. Sedang menambah kualitas bermutu kita dari lingkungan yang kita tempati. Inilah yang saya sebut dengan Universita Kehidupan. Oleh sebab itu, pelajarilah Kehidpan yang sedang engkau lalui.

Kuasailah Perbuatan-perbuatan yang Baik

Sebelumnya sudah kita telusuri sedikit mengenai universitas kehidupan. Sekarang, waktunya untuk memanfaatkan amanah Tuhan yang ada pada diri setiap insan, untuk meningkatkan kualitas dan mutu pribadi kita dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Sang Pencipta Allah -subhanahu wataala-. Karena Perbuatan baiklah yang meningkatkan mutu dan kualitas, yang mencakup nilai-nilai baik seperti yang sudah ada dalam kewajiban setiap Insan dari perintah Allah -subhanahu wataala-. Dan karena perbuatan buruk itu akan menambah duka yang lebih sakit. Itu juga sudah termasuk dalam ruang dimensi larangan Allah -subhanahu wataala-.


Tadi, saya katakan diawal catatan ini, poin-poin yang saya pikirkan akan diceritakan. Inilah dia yang saya maksud dengan poin-poin bermutu itu.

pertama adalah berupa saran dan ajakan untuk lebih mempelajari kehidupan di dalam rung dimensi dan waktu yang kita miliki.

kedua adalah berupa saran 'lembut' untuk memperbanyak perbuatan-perbuatan baik agar menjadi kebutuhan dalam meningkatkan 'mutu' kehidupan dan mempertajam rasa 'taqwa' kepada Sang kholik 'azza wajalla.

Terakhir, saya berharap kepada semua teman blogger, agar menjadi insan-insan yang berkualitas tinggi. Wa jazaakumulloh khoiron ...


#rahmat #Ilahi

http://edukasi.kompasiana.com/2012/11/30/memiliki-kualitas-yang-berarti--507151.html


Bloggers