Rabu, 29 Februari 2012

Tetap Semangat


Dalam menjalankan kewajibanku setiaphari, aku selalu mendapatkan godaan-godaan yang sangat berbahaya kalau tidak dapat di selesaikan.
Malas contohnya, aku merasa ketika ingin belajar ada rasa yang menuntunku untu meninggalkan buku-buku dan beranjak ke depan rumah lalu menontot tv.
Begitu juga dengan sholat, ketika aku ingin beranjak ke mesjid ada rasa malas dalam diri untuk tidak kemesjid pada saat itu.
Namun, itu tidak bisa menggoda diriku di akhir-akhir ini. aku merasa ada yang melindungi ku. setiap ingin berbuat kebaikan aku selalu berlindung kepada Allah, agar di bantu untuk berbuat kebaikan. Mulai saat itu aku selalu berdoa kepada Allah ketika ingin melakukan setiap pekerjaan. Minimal aku membaca basmalah sebelum melakukannya.

Di hari-hari kuliah, banyak sekali sifat-sifat malas yang aku rasakan. Dengan cuaca yang sangat dingin, membuat selera belajarku semakin berkurang. Aku semakin terbawa oleh rayuan si malas untuk meninggalkan pelajaran dan menikmati dinginya cuaca di daar el-fatwa, beirut. Tapi, itu semua bisa kuselesaikan dengan selalu mengingat kedua orang tuaku di kampung yang bersusah payah mencari nafkah buat aku dan saudara-saudaraku, anak-anaknya. 
Jadi, motivasi terbesarku saat ini adalah kedua orang tuaku. begitu pula dengan hafalan alquranul karim. aku selalu merasa semakin semangat dan jauh lebih mudah menghafal ketika motivasi besar ku adalah dengan mengingat jasa-jasa orang tu ku di rumah, di janjimanahan...Insya Allah, fi 'umri assamin 'asyaro akhti mu khotman hasanan..amin


ayo semangat terus ya.. 


Ingatlah!...

Ketika aku merasa betapa kerdilnya perlakuan dan sikapku kepada saudara-saudaraku, akupun menyadari ada dosa yang membuatku seperti itu. Orang-orang yang ada di sekelilingkupun mulai tak mau mendekat denganku. Namun aku tahu, Allah saja Maha Pemaaf sekalipun terhadap manusia yang sudah sangat melampaui batas,apalagi sesama manusia. Nah, akupun mulai sadar atas kesalahanku dan aku yakin teman-temanku juga akan memaafkanku dengan cepat, karena mereka juga tahu kalau aku saat itu khilaf.
Kejadian yang membuat hatiku semakin dekat dengan teman-temanku, memberikan aku kepercayaan baru yang sangat berharga, yang menyadarkanku bahwa betapa pentingnya mereka untuk masa depanku yang lebih aku utamakan. Karena tanpa mereka aku pasti merasa kesepian, dan aku pasti akan merasa sangat sunyi. Dengan hati yang ikhlas dan kesadaran yang kuat aku berniat akan mulai memperbaiki akhlak dan kerja sama untuk saling nasehat menasehati dalam kebaikan dan saling membantu ketika mereka membutuhkan itu.
Aku yakin suatu saat nanti mereka akan sangat merindukan kebersamaan yang telah kami lalui, ketika kami sudah sama-sama berhasil dengan masa depan di bidang masing-masing.

sejak itulah aku mulai mengingat cita-cita dan mimpiku yang sangat aku nanti-nantikan, dalam kebersamaan ku bersama mereka , aku akan raih cita-citaku dengan baik.


Ingatlah!...
kita semua akan sangat merindukan keberhasilan bersama di tahun-tahun yang akan datang..
suatu saat dimana kita akan merindukan kebersamaan yang kita lalui bersama selam studi 4 tahun lamanya,
semoga impian yang kita harapkan dapat terwujud dengan sempurna, bi idznihi Ta'ala, amin









Bloggers